WartaJatim.CO.ID - Memulai karier setelah lulus sekolah atau perguruan tinggi adalah momen penting bagi setiap lulusan baru atau fresh graduate. Namun, kondisi tersebut bisa berubah menjadi tantangan berat ketika resesi melanda dan angka pengangguran meningkat.
Dalam situasi ekonomi yang melemah, para lulusan baru kerap dinilai lebih sulit memperoleh pekerjaan berkualitas dibandingkan mereka yang memasuki dunia kerja pada masa ekonomi stabil. Hal ini terungkap dalam riset terbaru TD Economic yang dipublikasikan Februari 2024.
Risiko Underemployed dan Hilangnya Kesempatan Karier
Riset tersebut menyoroti fakta bahwa fresh graduate berisiko besar terjebak dalam kondisi underemployed yaitu bekerja di bawah kualifikasi yang mereka miliki. Kondisi ini membuat gelar pendidikan yang diperoleh tidak bisa memberikan manfaat secara penuh.
Baca Juga: Goldman Sachs: Gen Z Pekerja Teknologi Paling Terancam Digantikan AI, Pengangguran Naik 3%
“Pekerjaan pertama seseorang setelah lulus sangat berperan dalam membentuk arah karier mereka. Memulai di tengah resesi berarti kemungkinan besar harus menerima pekerjaan dengan kualitas yang lebih rendah,” tulis TD Economic dalam laporan risetnya.
Dampak dari pilihan kerja yang terbatas tidak hanya dirasakan sesaat, tetapi bisa berlangsung hingga bertahun-tahun kemudian. Para lulusan baru yang terjebak dalam pekerjaan di bawah standar berisiko tertinggal jauh dari rekan-rekan seangkatan yang lulus di masa ekonomi lebih stabil.
Belajar dari Krisis Sebelumnya
Dalam laporan tersebut juga diungkapkan, saat krisis keuangan global, jumlah fresh graduateyang memperoleh pekerjaan dengan tingkat keterampilan tinggi turun drastis hingga 20 persen. Dibutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk memulihkan kondisi pasar kerja agar kembali normal.
Fenomena serupa terlihat pada awal pandemi Covid-19. Kesempatan bagi lulusan baru untuk meraih pekerjaan berkualitas menurun tajam, meskipun pemulihannya relatif lebih cepat setelah pelonggaran pembatasan sosial.
“Ketika pilihan pekerjaan terbatas, banyak pekerja akhirnya menerima pekerjaan di bawah standar. Hal ini berdampak pada keterampilan yang mereka kembangkan dan juga pendapatan yang mereka hasilkan,” ungkap riset tersebut.
Jalan Keluar Melalui WIL
Meski tantangan besar membayangi, secercah harapan tetap ada. TD Economic menilai program pembelajaran berbasis kerja atau work-integrated learning (WIL) dapat membantu fresh graduate meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Artikel Terkait
Gaya Hidup Minimalis di Kalangan Mahasiswa Gen Z : Sebenarnya Hanya Menjadi Tren atau Memang Realitas Kehidupan?
Dibuka Terbatas! Lowongan Kerja Pegadaian 2025 dengan Gaji Kompetitif, Cek Syaratnya Sekarang!
Pranomo Anung Klaim Pemprov DKI Tak Sebar Info Loker Besar-besaran, Setelah Melihat Insiden Job Fair Membludak di Bekasi
Lulusan D-3 Langsung Bisa Praktik? Peluang Karier Lulusan D-3 Optometrist Universitas Ma Chung: Menjanjikan di Dunia Kesehatan Mata
Antusiasme Tinggi Pencari Kerja di Job Fair Pendopo Pratanu Bangkalan 2025 dengan Ribuan Lowongan