• Sabtu, 18 April 2026

Sosialisasi Percepatan Penyaluran Dana Transfer ke Desa di Bojonegoro: Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Kebijakan BKK

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 18 Maret 2025 | 11:54 WIB
Bojonegoro Gelar Sosialisasi Dana Desa 2025: Bupati Wahono Tekankan Pentingnya Akuntabilitas dan Kesejahteraan (Foto: bojonegorokab.go.id)
Bojonegoro Gelar Sosialisasi Dana Desa 2025: Bupati Wahono Tekankan Pentingnya Akuntabilitas dan Kesejahteraan (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengadakan sosialisasi mengenai percepatan penyaluran dana transfer ke desa dan kebijakan pengalokasian bantuan keuangan khusus (BKK) desa.

Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 17 hingga 18 Maret 2025 di ruang Angling Dharma Gedung Pemkab Bojonegoro.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Sosialisasi ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, serta para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga: Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Pimpin Apel Pagi, Ajak Sinergi Tingkatkan Pendapatan Daerah dan Atasi Kemiskinan

Sebanyak 447 peserta turut serta dalam acara ini, yang terdiri dari 419 kepala desa, 28 camat, dan 14 orang dari OPD teknis.

Pada hari pertama, perwakilan dari 13 kecamatan dan 210 desa hadir untuk mendengarkan informasi penting terkait pengelolaan dana desa.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya pengelolaan dana desa yang sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP).

Baca Juga: Wakil Wali Kota Batu Resmikan Bank Sampah Azalea di Ngaglik: Langkah Strategis untuk Lingkungan Bersih dan Edukasi Masyarakat

Ia juga menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk segera memproses dana desa dan mengingatkan para kepala desa agar menjalankan tugas mereka dengan amanah.

“Akhirnya ADD (alokasi dana desa, red) saya tandatangani dan ada penambahan poin di Perbupnya. Poin Perbup tambahan yaitu menggalokasikan 10 persen dari ADD untuk pengentasan kemiskinan berupa ayam petelur melalui program pemberdayaan mandiri keluarga,” tegasnya.

Penambahan poin dalam Perbup ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan menjawab keresahan masyarakat, terutama terkait kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Baca Juga: Silaturahmi Wali Kota Batu dan Persikoba: Membangun Sinergi untuk Olahraga dan Pemberdayaan UMKM di Kota Batu

Bupati Wahono juga menekankan pentingnya memperhatikan sasaran yang tepat dalam pengalokasian dana.

Ia memastikan bahwa semua warga Bojonegoro akan mendapatkan BKK dengan prioritas, terutama untuk pembangunan yang dapat meningkatkan konektivitas wilayah.

“Pembangunan jalan akan menyesuaikan kondisi daerah. Artinya, tidak ditentukan pembangunan menggunakan aspal, paving, atau cor, tetapi dilihat dari kondisi kelayakan jalan secara keilmuan,” jelasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X