• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Ajak Warga NU Bersatu Membangun Daerah untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia dan Menekan Angka Kemiskinan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 26 Maret 2025 | 19:32 WIB
Gotong Royong untuk Banyuwangi: Bupati dan NU Bersatu Hadapi Tantangan Pembangunan (Foto: banyuwangikab.go.id)
Gotong Royong untuk Banyuwangi: Bupati dan NU Bersatu Hadapi Tantangan Pembangunan (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk bersatu dalam upaya membangun daerah.

Ia menekankan bahwa kebersamaan merupakan kunci untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Ajakan ini disampaikan dalam acara buka bersama yang berlangsung di Pendopo Shaba Swagata Blambangan pada Senin, 24 Maret 2025.

Baca Juga: Bupati Mojokerto Luncurkan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Warga

“Berbagai tantangan yang ada harus kita lihat sebagai peluang untuk terus berinovasi. Insyaallah dengan dukungan NU, Banyuwangi terus mengalami pertumbuhan yang positif,” ungkap Ipuk secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ipuk memaparkan bahwa gotong royong telah terbukti memberikan hasil yang signifikan.

Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 73,79 pada tahun 2023 menjadi 74,30 pada tahun 2024.

Baca Juga: Upaya Pemkab Mojokerto dalam Mitigasi Bencana Melalui Penerapan Early Warning System di Desa Tempuran

“Alhamdulillah berkat kerja keras kita semua, capaian IPM Banyuwangi melampaui target yang ditetapkan, dengan realisasi mencapai 103,55 persen,” tambahnya.

Peningkatan IPM ini didukung oleh kemajuan di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan dari 7,76 tahun menjadi 7,78 tahun.

Sementara itu, harapan lama sekolah juga meningkat dari 13,12 tahun menjadi 13,14 tahun. Di sektor kesehatan, usia harapan hidup masyarakat Banyuwangi naik dari 73,93 tahun menjadi 74,13 tahun.

Baca Juga: Safari Ramadan 1446 H di Kota Batu: Membangun Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat di Masjid Mujahidin, Desa Bumiaji

Pengeluaran per kapita juga mengalami lonjakan, dari Rp 12,82 juta menjadi Rp 13,32 juta per tahun. Capaian lainnya yang patut dicatat adalah penurunan angka kemiskinan.

Persentase penduduk miskin turun dari 7,34 persen pada tahun 2023 menjadi 6,54 persen pada tahun 2024.

“Dukungan dari NU akan semakin memaksimalkan kinerja dan capaian Banyuwangi ke depannya,” tegas Ipuk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X