Ribuan warga tampak antusias menyaksikan pertunjukan tersebut sebagai wujud kebanggaan masyarakat terhadap seni tradisional mereka sendiri.
Event Parade Daul Combodug “Du Malem È Sampang” tahun ini kembali membuktikan bahwa seni tradisional tetap relevan meskipun berada di tengah perkembangan zaman modern saat ini.
Semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat setempat, serta komunitas seni menjadi kunci keberhasilan terselenggaranya event bergengsi seperti ini sebagai upaya pelestarian warisan budaya Madura sekaligus meningkatkan daya tarik wisatawan ke Kabupaten Sampang. (gha)
Artikel Terkait
Evi Slamet Junaidi Dilantik sebagai Ketua TP PKK Sampang: Harapan Baru untuk Kesejahteraan Keluarga
Bupati dan Wakil Bupati Sampang Pimpin Salat Idulfitri Bersama Warga di Pendapa Trunojoyo, Memperkuat Kebersamaan dan Kepedulian Sosial
Festival Diaspora Banyuwangi 2025: Merajut Kembali Jaringan Perantau dan Memperkuat Budaya di Tanah Kelahiran
Bupati Sampang H. Slamet Junaidi Tinjau Kesiapan Rumah Sakit dr. Mohammad Zyn Jelang Libur Lebaran 1446 H
Viral Tarian THR Lebaran 2025 Disebut Merupakan Budaya Yahudi, Mitos atau Fakta?