WartaJatim.CO.ID - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang akrab disapa Mas Rio, bersama Wakil Bupati Ulfiyah atau Mbak Ulfi, serta jajaran Forkopimda Situbondo, mengikuti panen raya padi serentak yang dilaksanakan secara virtual.
Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 7 April 2025, dan melibatkan 14 provinsi di seluruh Indonesia melalui platform Zoom dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Dikutip WartaJatim dari laman Kabupaten Situbondo, lokasi panen raya dipusatkan di Area Persawahan Desa Pawoan yang terletak di Kecamatan Panarukan.
Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, Warga Geger Temuan Jenazah di Jembatan Begawan Tlogomas
Mas Rio menjelaskan bahwa Pemkab Situbondo bersama Kodim 0823 telah merencanakan kegiatan panen ini sejak tanggal 16 Maret lalu. Namun demikian, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan agenda pemerintah pusat.
"Hari ini kita sedang melakukan panen raya padi serentak di 14 provinsi bersama pemerintah pusat melalui virtual meeting via zoom," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa target luas lahan yang akan dipanen mencapai sekitar 65 ribu hektar untuk mendukung ketahanan pangan daerah. "Insyaallah tercapai," ungkapnya optimis.
Baca Juga: Dokter Unpad Tersangka Pemerkosaan Anak Pasien di RSHS Bandung Coba Bunuh Diri Sebelum Ditangkap
Lebih lanjut Mas Rio menyebutkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan potensi hasil padi sebesar 5,47 ton per ubinan dengan ukuran standar yaitu 2,5 meter persegi. "Kalau rata-rata biasanya bisa sampai 8 ton per hektar," jelasnya mengenai potensi hasil pertanian yang dapat dicapai jika didukung oleh anggaran yang memadai.
Pria berusia 41 tahun itu juga mengungkapkan banyak usulan dan masukan terkait sektor pertanian khususnya mengenai pengairan. Ia menjelaskan bahwa masalah saluran irigasi bersifat multi-dimensi dan berbeda-beda setiap kecamatan.
"Memang betul substansinya bagaimana pengelolaan air itu bisa menambah kapasitas produksi pertanian," tambahnya.
Baca Juga: Trump Umumkan Jeda Tarif Global 90 Hari, Kecuali untuk China yang Diganjar Kenaikan Tajam
Di Kecamatan Panarukan terdapat kasus khusus terkait pengalihan kewenangan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk mitigasi banjir yang berdampak pada sektor pertanian setempat.
"Nanti kita akan simulasikan seperti apa dan kita akan ajak bicara BBWS Brantas supaya bisa akomodatif lagi terhadap aspirasi petani di Panarukan," jelas Mas Rio lebih lanjut tentang langkah-langkah ke depan.
Sementara itu Komandan Komando Distrik Militer (Kodim)0823/Situbondo Letkol Inf Alexander A.B menyampaikan bahwa hingga kuartal pertama tahun ini sudah mencapai target capaian dari Kementerian Pertanian dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Instagram Resmi Hapus Fitur Notes, Emang Ada yang Pakai?
"Kendala kita di Situbondo ini adalah masalah pengairan terutama irigasi tersier," ujarnya sambil menjelaskan upaya-upaya peningkatan sistem irigasi seperti pompanisasi dan pipanisasi pada beberapa kecamatan untuk meningkatkan jumlah tanam serta area persawahan baru.
Dandim Alexander juga menegaskan komitmennya dalam mengawal harga gabah sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan oleh kementerian pertanian sebesar Rp6.500 per kilogram agar petani mendapatkan keuntungan maksimal dari hasil panennya.
"Kami sifatnya pengawalan dan mengawal stabilitas harga gabah Rp6.500,” pungkasnya sembari memastikan agar tidak ada pihak luar mengambil keuntungan dengan harga dibawah HPP tersebut. (Kar)
Artikel Terkait
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo Rayakan Idul Fitri di Desa Wringinanom untuk Perkuat Hubungan dengan Masyarakat Pedesaan
Banyuwangi Laksanakan Panen Raya Padi Serentak untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
Bupati Bondowoso Pimpin Panen Raya Serentak di Desa Bataan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Panen Raya Padi Situbondo: Sinergi Bupati dan Petani dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Virtual Meeting
Bupati Situbondo Lakukan Sidak ke OPD Pasca Idul Fitri: Fokus pada Disiplin ASN dan Program Kesehatan Gratis untuk Masyarakat