WartaJatim.CO.ID - Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional, Banyuwangi menggelar panen raya padi serentak pada Senin, 7 April 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari acara serupa yang berlangsung di 14 provinsi lainnya di Indonesia.
Dikutip WartaJatim dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Panen raya ini disaksikan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang hadir dari Majalengka melalui sambungan zoom.
Baca Juga: Evandra Florasta Jadi Bintang Timnas Indonesia U-17 dan Pemain Tertajam dalam Dua Laga AFC U-17 2025
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam mencapai hasil panen yang memuaskan.
“Hari ini saya bangga, di saat banyak negara kekurangan pangan kita justru surplus. Di saat negara lain ada yang tidak punya telur kita justru ekspor. Saya minta kerja lebih keras lagi, menekan harga lebih rendah lagi sehingga tidak ada lagi rakyat yang tidak mendapatkan asupan protein,” kata Presiden Prabowo.
Panen raya padi di Banyuwangi dilaksanakan di areal persawahan kelompok tani Empol Gading.
Baca Juga: Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar Balai Kota Malang Hari Ini, Simak Titik Parkir dan Jalur Alternatifnya
Lokasi tersebut terletak di Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi dengan luas hamparan lahan mencapai 367 hektar.
Acara panen tersebut melibatkan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) setempat termasuk Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono dan sejumlah pejabat daerah lainnya seperti Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo dan Danlanal Letkol Laut (P) Hafidz.
Wakil Bupati Mujiono mengungkapkan rasa syukurnya karena Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan utama di Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Blunder 30 Tahun dan Tegaskan Kondisi Ekonomi Indonesia Masih Terkendali
"Kami bersyukur Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur. Kegiatan panen raya ini sebagai bentuk dukungan daerah pada program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden," kata Wabup Mujiono.
Sejak Januari hingga Maret tahun ini, luas area panen padi di Banyuwangi telah mencapai angka signifikan yaitu 21.075 hektar.
Diperkirakan bahwa puncak panen akan terjadi pada bulan April-Mei dengan total luas lahan sebesar 26.493 hektar.
Baca Juga: Resmi! AFC Telah Mengumumkan Timnas Indonesia U-17 Lolos ke Piala Dunia U-17 2025
Mujiono juga menjelaskan bahwa Pemkab terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian petani lokal dari rata-rata enam ton per hektar menjadi tujuh ton per hektar berkat kolaborasi dengan TNI/Polri serta berbagai pihak terkait lainnya.
Sebelumnya juga telah dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemkab dan instansi terkait seperti TNI/Polri serta Bulog untuk memastikan pencapaian target swasembada pangan daerah melalui peningkatan luas tanam padi dan penyerapan gabah petani oleh Bulog.
Mujiono menegaskan bahwa para petani akan mendapatkan harga gabah stabil sebesar Rp6.500 per kilogram langsung dari sawah oleh Bulog untuk mendukung kesejahteraan mereka.
Baca Juga: Merespon Trading Halt di BEI, Presiden Prabowo: Indonesia Punya Kekuatan, Jangan Rendah Diri
Artikel Terkait
Ritual Seblang Olehsari: Tradisi Sakral yang Menghormati Warisan Budaya Banyuwangi dan Masyarakatnya
Kumpul Diaspora Banyuwangi: Menikmati Kuliner Khas dan Perkuat Ikatan Kekeluargaan
Panen Raya Padi Serentak di Banyuwangi: Dukungan Forpimda untuk Swasembada Pangan Nasional Bersama Presiden Prabowo
Bupati Pasuruan Ajak Petani Bersatu dalam Panen Raya Padi untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Swasembada Beras
Panen Raya Padi di Sumenep: Sinergi TNI dan Pemkab dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kegiatan Serentak