• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Mojokerto Tanggapi Keluhan Warga dengan Fogging untuk Cegah Penyebaran DBD di Bendunganjati

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 15 April 2025 | 10:07 WIB
Bupati Mojokerto Turun Langsung Gelar Fogging Cegah Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Bendunganjati (Foto: mojokertokab.go.id)
Bupati Mojokerto Turun Langsung Gelar Fogging Cegah Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Bendunganjati (Foto: mojokertokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengambil tindakan cepat untuk menanggapi keluhan warga mengenai meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD).

Pada Senin pagi, 14 April 2025, ia menggelar kegiatan fogging di Dusun Mungkut, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Mojokerto, Kegiatan ini merupakan respons langsung terhadap laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.

Baca Juga: Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma Resmi Pimpin Gerakan Pramuka, Awali Langkah Strategis di Momen Idulfitri

Dengan adanya fogging, diharapkan penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab DBD dapat ditekan.

Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, turun langsung ke lokasi untuk melakukan fogging. Ia didampingi oleh Camat Pacet, Forkopimca, serta jajaran perangkat Desa Bendunganjati.

Gus Barra menjelaskan bahwa kegiatan fogging ini adalah langkah konkret untuk mengatasi keluhan yang disampaikan oleh masyarakat.

Baca Juga: IPPAT Kabupaten Lumajang Perkuat Transformasi Digital Layanan Pertanahan untuk Pelayanan Cepat dan Transparan

"Kemarin saya dapat laporan dari medsos bahwasanya banyak warga yang terkena demam berdarah dan minta untuk difogging, alhamdulillah sekarang kita melakukan fogging," ungkap Gus Barra.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengingat fogging hanya efektif untuk membasmi nyamuk dewasa.

Untuk jentik dan telur nyamuk, tindakan pencegahan yang lebih efektif adalah dengan menerapkan gerakan 3M.

Baca Juga: Peran Strategis PPAT dalam Menjaga Ketertiban Agraria di Kabupaten Lumajang

Gerakan 3M terdiri dari Menguras tempat penampungan air secara teratur, Menutup rapat tempat air, dan Mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi tempat genangan air.

"Sekarang lagi musimnya DBD, jadi masyarakat harus berhati-hati terutama untuk potensi-potensi yang mengakibatkan terjadinya jentik-jentik," imbaunya.

Selain melakukan fogging, Gus Barra juga meninjau kondisi warga yang kerabat atau keluarganya sedang dirawat di rumah sakit karena DBD.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: mojokertokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X