• Sabtu, 18 April 2026

Banyuwangi Tingkatkan Inklusi Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Pertukangan dan Sertifikasi Kompetensi

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Jumat, 9 Mei 2025 | 09:29 WIB
Banyuwangi Buka Akses Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Pertukangan (Foto: banyuwangikab.go.id)
Banyuwangi Buka Akses Kerja Inklusif bagi Penyandang Disabilitas Lewat Pelatihan Pertukangan (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Kabupaten Banyuwangi terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membuka akses kerja melalui pelatihan pertukangan yang dirancang khusus untuk mereka.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Pelatihan ini menjadi terobosan penting di tengah dominasi tenaga kerja non-disabilitas dalam sektor konstruksi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Berkomitmen Menelusuri Sendiri Identitas 20 Eks Pemain OCI yang Diduga Telah Dieksploitasi

Program ini digelar di SMKN Glagah dan diikuti oleh 20 penyandang disabilitas daksa dan rungu selama empat hari, dari 21 hingga 24 April 2025.

Pelatihan tersebut ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi yang menjadi modal penting bagi peserta untuk bersaing secara profesional.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Gender Equality and Social Inclusion in Infrastructure (GESIT).

Baca Juga: Taskya Namya Dapat Ronce Melati dari Luna Maya, Publik Desak Ari Irham Segera Lamar!

Program GESIT didukung oleh Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT) dan diinisiasi oleh Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar soal keterampilan teknis.

"Kami berharap program ini bukan sekadar perkara pelatihannya, namun menjadi tonggak bagi kita semua untuk berkomitmen terus membuka diri sebagai ruang yang setara bagi semua, tanpa terkecuali," ujar Ipuk pada Kamis, 8 Mei 2025.

Baca Juga: Kantor Kemenag Pasuruan Gelar Manasik Haji Tambahan untuk 239 Jamaah yang Tertunda Akibat Anggaran Cair Terlambat

Menurut Ipuk, pelatihan ini juga membentuk paradigma baru bahwa pekerjaan konstruksi tidak lagi menjadi ranah eksklusif bagi kelompok non-disabilitas.

Dia menambahkan bahwa inklusivitas berarti memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk mengakses pekerjaan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X