Selain itu, ahli waris yang ditinggalkan, termasuk dua anak, akan mendapatkan biaya pendidikan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.
Baca Juga: Kekalahan Manchester United Picu Gelombang Meme Netizen Indonesia Soal Andre Onana dan Barak TNI
Untuk tingkat TK, biaya pendidikan yang diberikan sebesar Rp 1,2 juta, SD Rp 1,5 juta, SMP Rp 2 juta, SMA Rp 3 juta, dan untuk perguruan tinggi mencapai Rp 12 juta.
Selain santunan, terdapat pula berbagai beasiswa yang mendukung pendidikan masyarakat, seperti beasiswa scientist, beasiswa untuk 10 sarjana per desa, beasiswa tingkat akhir, serta beasiswa Gus dan Ning yang saat ini sedang berjalan.
Selain fokus pada perlindungan sosial dan pendidikan, program Luwih Apik juga menargetkan peningkatan kelas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bojonegoro.
Program ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Setyo Wahono dan akan didukung melalui anggaran perubahan APBD (P-APBD) tahun 2025 untuk membantu pedagang lokal.
Nurul Azizah menambahkan bahwa era transparansi menjadi prioritas dalam pemerintahan saat ini.
Oleh karena itu, setiap tanggal 17 setiap bulan diadakan dialog terbuka yang dapat dihadiri oleh masyarakat umum untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi langsung dengan pemerintah. (gha)
Artikel Terkait
Pemkab Bojonegoro Tingkatkan Kompetensi SDM Aparatur Melalui Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan VII
Pemberangkatan 1.463 Jemaah Calon Haji Kabupaten Bojonegoro 2025 di Pendopo Malowopati
Pemkab Bojonegoro Salurkan Santunan BPJS Ketenagakerjaan untuk 9 Ahli Waris dan Lindungi 197.893 Pekerja Rentan dengan Anggaran Rp35 Miliar
Sinergi Bupati Bojonegoro dengan Forum Radio Bojonegoro Tingkatkan Sosialisasi Program Pemkab ke Masyarakat
TP PKK Bojonegoro dan Desa Sukowati Masuk Delapan Besar Lomba Posyandu Jawa Timur 2025 Berkat Inovasi 6 SPM