• Sabtu, 18 April 2026

Pemkab Lumajang akan Terbitkan SK Tim Koordinasi Pendidikan Vokasi untuk Sinergikan Pendidikan dan Dunia Industri

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 19 Juni 2025 | 14:52 WIB
Bupati Indah Amperawati Percepat Ekosistem Vokasi Terintegrasi di Lumajang (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)
Bupati Indah Amperawati Percepat Ekosistem Vokasi Terintegrasi di Lumajang (Foto: portalberita.lumajangkab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) mengenai pembentukan Tim Koordinasi Pendidikan Vokasi Daerah.

SK ini dimaksudkan sebagai langkah strategis untuk menghubungkan secara konkret antara sektor pendidikan dengan dunia industri yang ada di Lumajang.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal tersebut dalam sebuah audiensi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lumajang pada Selasa, 17 Juni 2025.

Baca Juga: Rendra Masdrajad Safaat Desak PDAM Kota Malang Lebih Sigap Tangani Kebocoran Air di Sumbersari, Lowokwaru

Surat Keputusan tersebut akan memberikan landasan hukum yang kuat untuk membangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih sinergis dan cepat menyesuaikan kebutuhan industri.

“Pendidikan vokasi ini bukan hanya tren, tapi kebutuhan strategis. Kita butuh generasi muda yang punya keterampilan nyata dan langsung bisa bekerja. SK ini akan segera kita percepat,” kata Bunda Indah.

Audiensi ini juga merupakan kelanjutan dari instruksi Presiden Republik Indonesia kepada Kadin Indonesia agar menghidupkan kembali pendidikan vokasi dengan peran dari pemerintah daerah.

Baca Juga: Dialog Interaktif SAPA BUPATI Bojonegoro Sosialisasikan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 dan Tampung Aspirasi Warga

Ketua Kadin Lumajang, Agus Setiawan, menyatakan bahwa pengusaha lokal di Lumajang siap berpartisipasi aktif dalam pelatihan, program magang, serta penyesuaian kurikulum pendidikan vokasi agar relevan dengan dunia kerja.

“Selama ini industri menghadapi tantangan besar. Banyak lulusan belum siap pakai, padahal biaya pelatihan ulang bisa sampai enam bulan. Ini harus kita jawab dengan vokasi yang kuat dan berbasis kebutuhan lapangan,” ucap Agus.

Melalui SK Tim Koordinasi tersebut, akan dibentuk kerja sama yang erat antara sekolah vokasi seperti SMK dan perguruan tinggi, para pelaku usaha, serta pemerintah daerah.

Baca Juga: Antusiasme Warga Disabilitas Bojonegoro dalam SAPA BUPATI, Dorong Pelatihan Keterampilan dan Perbaikan Fasilitas Publik

Tujuan utama kolaborasi ini adalah memastikan link and match yang nyata, sehingga tenaga kerja yang dihasilkan benar-benar siap pakai dan cepat terserap oleh pasar kerja lokal.

Selain itu, program ini juga bertujuan mendorong tumbuhnya wirausaha muda yang mampu mengembangkan sektor-sektor ekonomi potensial di Lumajang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: lumajangkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X