• Sabtu, 18 April 2026

Wali Kota Malang Lepas 212 Mahasiswa FMIPA UB dalam Program Cantik untuk Pembangunan Berbasis Data Akurat

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 25 Juni 2025 | 15:31 WIB
Kolaborasi FMIPA UB, BPS dan Pemkot Malang: Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Berbasis Data (Foto: malangkota.go.id)
Kolaborasi FMIPA UB, BPS dan Pemkot Malang: Mahasiswa Jadi Penggerak Pembangunan Berbasis Data (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memberangkatkan 212 mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya sebagai peserta program Pengabdian Kepada Masyarakat Tematik Cinta Statistik di Balai Kota Malang pada Senin, 23 Juni 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Malang, Badan Pusat Statistik Kota Malang, dan FMIPA Universitas Brawijaya untuk memperkuat pembangunan daerah melalui penggunaan data yang valid dan akurat.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Wahyu Hidayat mengapresiasi inisiasi program PKM Tematik Cantik dan menegaskan bahwa validitas data sangat penting sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Gelombang II Dibuka! Evaluasi Program Prioritas Ditegaskan Wamendagri, Ini Umpan Balik dari Daerah

Menurut Wahyu, jika data yang menjadi landasan kebijakan tidak valid, maka kebijakan tersebut tidak akan memenuhi harapan masyarakat secara umum.

Keberadaan para mahasiswa dalam program ini diharapkan bisa mendukung terlaksananya pembangunan di Kota Malang yang berbasis data yang akurat dan terpercaya.

Wali Kota mengajak generasi muda khususnya mahasiswa untuk menjadi motor penggerak pembangunan di Kota Malang yang semakin maju dan berdaya saing.

Baca Juga: Mobil Listrik Indonesia Merosot, Produk Lokal Masih Tertinggal Jauh dari Impor Utuh Asal China

“Program ini sangat penting bagi Pemerintah Kota Malang. Jika data dasar yang dimiliki tidak valid, tentu saja hasil kebijakan yang diambil pun tidak akan sesuai dengan harapan bersama,” ucap Wahyu.

Ia menekankan pentingnya pendekatan yang humanis selama mahasiswa menjalankan tugas di masyarakat agar jalannya program dapat berjalan efektif dan harmonis.

“Ajak masyarakat memahami pentingnya data, bantu mereka menjadi bagian dari solusi, dan jangan ragu berbagi ilmu. Jangan lupa juga untuk belajar dari kearifan lokal, karena ilmu akademik akan menemukan maknanya ketika bersentuhan langsung dengan realitas sosial,” pesannya.

Baca Juga: Yamaha Fazzio Hybrid Hadirkan Warna Baru Grayceful Pink dan Yolo Black, Ini Spesifikasi Lengkapnya!

Wahyu juga menyampaikan terima kasih kepada BPS Kota Malang dan FMIPA UB atas kontribusi mereka yang menghadirkan mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat.

Menurutnya, kesuksesan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri, melainkan harus dilaksanakan secara bersama-sama dengan saling melengkapi dan menguatkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X