WartaJatim.CO.ID - Banyuwangi resmi memperkenalkan beras biofortifikasi bernama Sunwangi yang akan menggantikan beras reguler sebagai bahan baku dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, beras ini mengandung nutrisi lebih tinggi seperti vitamin A, B1, B3, B12, asam folat, zat besi, dan zinc, sehingga dinilai mampu meningkatkan nilai gizi bagi masyarakat penerima program.
Program MBG yang memiliki cakupan nasional dengan 32 ribu dapur, memerlukan bahan baku berkualitas tinggi untuk memastikan asupan gizi yang optimal bagi masyarakat yang menerima manfaatnya.
Baca Juga: Danantara-RDIF Luncurkan RIDNIP, Platform Investasi Rp37,6 Triliun untuk Sektor Strategis RI-Rusia
Direktur Sistem Pemenuhan Gizi BGN, Nurjaeni menyatakan, “Tentu solusinya adalah produk-produk seperti beras biofortifikasi ini, yang mengandung zat gizi di atas produk-produk regular.”
Beras Sunwangi telah dikembangkan secara industri di Banyuwangi sejak 2024, dan pada tahun ini mulai memasuki tahap industrialisasi dengan target produksi mencapai 500 hektare di tahun 2026.
Hal ini menegaskan Banyuwangi sebagai pusat pengembangan dan produksi beras bergizi tinggi pertama di Indonesia.
Peluncuran resmi produk ini ditandai dengan panen raya yang digelar di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh pada 25 Juni 2025 dengan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adi Nugroho menjelaskan bahwa Bulog telah menyerap sebanyak 5 ton beras biofortifikasi pada tahun 2024 dengan harga pembelian gabah kering panen sebesar Rp 6.700 per kilogram.
Beras Sunwangi kemudian dikemas dan dipasarkan dengan harga Rp 14.000 per kilogram sebagai produk unggulan yang berbeda dari beras reguler.
Langgeng Wisnu menambahkan bahwa produksi yang meningkat akan memungkinkan serapan bulog juga semakin besar, mengingat produk ini merupakan beras nonregular yang dihargai di atas harga standar gabah pemerintah.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyambut positif keberadaan beras Sunwangi dalam program MBG.
Artikel Terkait
Banyuwangi Targetkan Produksi Beras 800.000 Ton pada 2025: Upaya Swasembada Pangan di Bawah Kepemimpinan Prabowo Subianto
Banyuwangi Kembangkan Beras Biofortifikasi dengan Kandungan Gizi Lengkap Dukung Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kualitas SDM
18,3 Juta KPM Akan Terima Bantuan Beras dari Presiden Prabowo, Distribusi Prioritas untuk Daerah Sulit Dijangkau!
Surplus Beras Banyuwangi Capai 159.320 Ton di Semester Pertama 2025 Dukung Program Swasembada Pangan Presiden Prabowo
Kabupaten Banyuwangi Inovasi Industrialisasi Beras Biofortifikasi Sunwangi Lewat Kolaborasi dan Teknologi Pertanian