WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait bahaya leptospirosis yang berpotensi meningkat saat peralihan musim dari hujan ke kemarau.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Penyakit ini menjadi perhatian serius karena menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan, terutama tikus, dan kerap muncul di lingkungan lembap atau tergenang.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat, sejak Januari hingga awal Juli 2025, telah terjadi 22 kasus leptospirosis.
Baca Juga: 168 Atlet Woodball Berlaga di Porprov IX Jatim 2025, Wali Kota Malang Siap Bangun Fasilitas Khusus
Seluruh pasien yang terinfeksi penyakit tersebut berhasil sembuh, namun pemerintah tetap memperketat langkah pencegahan demi menghindari lonjakan kasus baru.
“Pemerintah hadir bukan hanya saat mengobati, tapi juga dalam upaya pencegahan. Kami terus mendorong literasi kesehatan agar masyarakat memahami bahaya leptospirosis dan cara menghindarinya,” tegas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, Marshall Trihandono saat dikonfirmasi, Selasa (2/7/2025).
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang menyebar melalui air tercemar urine hewan, terutama tikus yang sering ditemukan di lingkungan kotor.
Baca Juga: Dua Putra Asli Kota Malang Sukses Kreasikan Panggung Megah Pembukaan Porprov Jatim IX 2025
Aktivitas di genangan air tanpa perlindungan seperti sepatu boot atau sarung tangan karet dapat meningkatkan risiko paparan bakteri ini.
Untuk menekan penyebaran penyakit, Pemkab Lumajang aktif menyosialisasikan langkah pencegahan melalui berbagai saluran komunikasi publik yang menjangkau masyarakat luas.
Masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air saat beraktivitas, serta menggunakan alat pelindung diri saat berada di area rawan.
Baca Juga: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat Resmi Buka Porprov IX Jatim 2025 Cabor Pencak Silat di UIN
Selain itu, warga juga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala awal leptospirosis seperti demam, nyeri otot, dan sakit kepala.
“Penyakit ini bisa dicegah jika warga memahami pola penularan dan melakukan langkah perlindungan sejak awal. Di sinilah pentingnya peran bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Marshall.
Artikel Terkait
Pemerintah Kabupaten Lumajang Salurkan Bantuan RTLH untuk Warga Miskin Ekstrem di Desa Labruk Kidul
Bupati Lumajang Indah Amperawati Tegaskan Perang Narkoba Demi Lindungi Generasi Muda dan Masa Depan Bangsa
Pemerintah Kabupaten Lumajang Tanam 200 Pohon Cemara dan Sukun di Pantai Watu Pecak untuk Lestarikan Lingkungan dan Budaya
Pemerintah Lumajang Tanam 200 Pohon di Pantai Watu Pecak untuk Cegah Abrasi dan Bangun Ekosistem Pesisir
Bupati Lumajang Bunda Indah Tegaskan Komitmen Tiga Raperda untuk Pembangunan Berkelanjutan