Much Rony, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, menekankan perlunya kerja sama antar pihak sejak awal masa tanam hingga panen tiba.
Ia menuturkan pentingnya pengamatan rutin terhadap Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sebagai langkah pencegahan kerugian petani.
"Pertanian ramah lingkungan harus kita galakkan melalui penggunaan agen hayati dan peningkatan bahan organik tanah seperti kompos dan bokashi. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang mendukung program swasembada pangan," ungkap Much Rony.
Program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional didukung oleh kegiatan strategis seperti Luas Tambah Tanam (LTT), Optimalisasi Lahan (OPLAH), dan Brigade Pangan.
Selain itu, Dinas Pertanian juga menjalankan Gerakan Terpadu Mandiri Pangan (Gerdumapan) untuk memotivasi petani menyimpan sebagian hasil panen sebagai cadangan pangan keluarga.
Acara sedekah wiwit kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin sesepuh desa.
Selanjutnya, tradisi "murak berkat" dan makan bersama di tengah sawah menjadi wujud kebersamaan dan rasa syukur seluruh elemen desa. (gha)
Artikel Terkait
Bupati Warsubi Audiensi dengan Menteri Pertanian di Jakarta Dorong Program Strategis Ketahanan Pangan Jombang
Pemerintah Kabupaten Jombang Kukuhkan Bunda Literasi dan Gelar Anugerah Lomba Perpustakaan Desa dan Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2025
Job Fair Kabupaten Jombang 2025 Resmi Dibuka, 27 Perusahaan Tawarkan 1.584 Lowongan Kerja dengan Sistem Paperless
Bupati Jombang Warsubi Tinjau Jalan Rusak di Kedungdendeng, Siapkan Anggaran Rp 2 Miliar untuk Perbaikan
Kolaborasi Kapolres dan Bupati Jombang Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 dengan Semangat Pelayanan untuk Masyarakat