• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Lamongan Pimpin Tradisi Sedekah Bumi di Dusun Graman untuk Melestarikan Budaya Otonomi Desa Kerajaan Janggala

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 23 Juli 2025 | 14:32 WIB
Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Lokal, Sedekah Bumi Digelar di Dusun Graman Lamongan (Foto: portal.lamongankab.go.id)
Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Lokal, Sedekah Bumi Digelar di Dusun Graman Lamongan (Foto: portal.lamongankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama masyarakat Dusun Graman Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, melaksanakan tradisi sedekah bumi pada Selasa, 22 Juli 2025.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lamongan, Tradisi ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah.

Dusun Graman memiliki sejarah penting pada masa Kerajaan Janggala, ketika penduduk Desa Garaman sekarang dikenal sebagai Graman mendapatkan Prasasti Garaman dari Mapanji Garasakan.

Baca Juga: Kue Tradisional Jaja Bendu Jembrana Diminati Wisatawan, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Coba Sekali Seumur Hidup!

Prasasti tersebut menandai Desa Garaman sebagai desa otonom yang dapat mengelola kebijakan secara mandiri, termasuk pemungutan pajak dan pengelolaan sumber daya alam.

Status ini diberikan sebagai penghargaan atas peran aktif warga dalam membela Mapanji Garasakan, putra Airlangga, dalam konteks sejarah kerajaan.

“Masyarakat sini waktu itu punya otonomi daerah, punya kekahasan untuk memungut pajak sendiri, sumber daya alam yang dikelola sendiri, keunikan, kekhasan, sedekah bumi terus kita dorong agar tidak hilang terutama wilayah yang punya prasasti,” ujar Bupati Lamongan, yang akrab disapa Pak Yes.

Baca Juga: Pengacara Lita Gading Tantang Bukti Dugaan Perundungan Anak Ahmad Dhani: ‘Ini Negara Hukum, Bukan Negara Nenek Moyang Dia’

Untuk menjaga keberlangsungan budaya, Pemkab Lamongan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Mojokerto membuat replika prasasti dengan ukuran, bentuk, dan tulisan yang sama persis.

“Beberapa tempat sudah kita buatkan replika terhadap prasastinya, terutama daerah Ngimbang, Sambeng. Kita bikinkan bersama BPCB Mojokerto, kita buatkan replika dengan bentuk, ukuran tulisan yang sama dengan yang ada di Musium Nasional,” tambah Pak Yes.

Dalam rangkaian sedekah bumi, Bupati Lamongan ikut serta dalam arak-arakan nyadran yang dimulai dari Balai Desa Sambangrejo menuju lokasi Sendrang Graman untuk melaksanakan doa bersama.

Baca Juga: Kasat Narkoba dan Tiga Polisi Polres Nunukan Diciduk, Diduga Selundupkan Sabu di Perbatasan

Antusiasme masyarakat tampak dari peserta arak-arakan yang mewakili empat RT di Dusun Graman mengenakan busana ala kerajaan.

Mereka membawa berbagai gunungan hasil bumi dan diiringi oleh pertunjukan teatrikal perang sempyoh sebagai bagian dari ritual budaya setempat. (gha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: lamongankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X