Selain itu, Gus Shobih menitipkan pesan penting kepada tenaga pendidik PAUD untuk memasukkan muatan lokal dalam proses pembelajaran.
Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh dengan kesadaran dan kecintaan terhadap budaya serta potensi daerahnya.
Menurutnya, pendidikan memang diatur oleh Pemerintah Pusat, tetapi Pemerintah Daerah berperan dalam menyesuaikan muatan lokal untuk memperkaya kurikulum mulai dari PAUD hingga SMP.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, mengungkapkan bahwa peringatan HAN 2025 bertujuan mencetak generasi penerus yang sehat, cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
Tri Krisni menambahkan, upaya tersebut ditempuh dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya makanan bergizi seimbang bagi anak PAUD yang memiliki risiko stunting, serta melakukan peningkatan sarana dan prasarana lembaga PAUD sebagai bagian dari optimalisasi wajib belajar 1 tahun pra-sekolah.
Ia juga menekankan peningkatan mutu dan kompetensi para tenaga pendidik PAUD supaya hasil pendidikan benar-benar maksimal dan anak-anak bisa tumbuh dengan optimal dan bebas dari stunting.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati Pasuruan berharap peringatan HAN tidak hanya menjadi acara seremonial, melainkan harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan konsistensi.
Hal ini sejalan dengan gerakan nasional dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang mengandalkan generasi muda berkualitas sebagai tumpuan masa depan bangsa. (gha)
Artikel Terkait
Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di UM Soroti Perlindungan Anak dan Tantangan Era Digital
Pemerintah Bojonegoro dan IIDI Edarkan Edukasi Kesehatan Mental Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional
Hari Anak Nasional, Pemkot Surabaya Kenalkan Gizi Sehat lewat Aktivitas Kebun Anak
Pemerintah Kota Surabaya Rayakan Hari Anak Nasional 2025 dengan Edukasi Gizi dan Lingkungan Sehat Melalui Senam Ceria dan Panen Bersama Anak-Anak
Perayaan Hari Anak Nasional 2025 di RPTRA Pesona Tebet: Komitmen Polri Lindungi Anak Bangsa