WartaJatim.CO.ID - Pada Kamis malam, 24 Juli 2025, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, H. Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri H. Ahmad Riza Patria, menghadiri acara rembug warga serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDTT dan Universitas Brawijaya (UB).
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Acara tersebut berlangsung di Wisata BABO, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kemandirian desa melalui program-program pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Setelah 10 Tahun Negosiasi, Prabowo Umumkan Perjanjian Ekonomi RI-Uni Eropa Akhirnya Tuntas
Menteri Yandri Susanto menyampaikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan Dana Desa di Bojonegoro yang mencapai Rp40 miliar per tahun. Sekitar 20 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat ketahanan pangan di desa-desa setempat.
Ia juga memuji sejumlah program unggulan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, seperti GAYATRI, Domba Kesejahteraan, dan Lele Keluarga, yang dinilai sudah berjalan tepat sasaran dan bisa menjadi contoh untuk diterapkan secara nasional.
“Program GAYATRI, Domba Kesejahteraan, hingga Lele Keluarga sudah tepat sasaran. Ini bisa menjadi model nasional,” puji Menteri Yandri Susanto.
Baca Juga: Anies Baswedan Soroti Presiden RI yang Lama Absen di Forum PBB: “Rumah Besar Tapi Tak Pernah Rapat”
Selain itu, Menteri Yandri menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes) seharusnya dapat berjalan bersama secara sinergis, terutama dalam hal akses permodalan. Ia menyarankan unit simpan pinjam di BUMDes dapat disinergikan dengan Kopdes yang punya akses ke lembaga keuangan formal.
“Tak ada BUMDes yang dimatikan. Justru kami dorong agar makin berkembang melalui program seperti Desa Wisata, Desa Ekspor, dan Swasembada Pangan,” ungkap Menteri Yandri.
Wakil Menteri Desa PDTT, Ahmad Riza Patria, menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menangani tiga problem utama desa, yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, dan penyediaan akses permodalan.
Ia juga memuji gaya kepemimpinan Menteri Yandri yang dikenal responsif dan rutin turun langsung ke desa-desa untuk menyerap aspirasi warganya.
“Kami ingin memastikan tak ada lagi warga yang tertinggal dari sisi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Di bawah Presiden Prabowo, visi kami adalah menjadi yang Terbaik, Terbanyak, dan Tertepat dalam pembangunan desa,” tegasnya.
Artikel Terkait
Sejarah Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB): Dari Awal Pendirian Hingga Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Terkemuka
Penguatan Pendidikan di Bojonegoro: Penandatanganan MoU Sekolah Unggulan Taruna Pamong Praja oleh Dinas Pendidikan dan Kodam V Brawijaya
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Pangdam V Brawijaya Eksplorasi Potensi Wisata dan Kuliner Pantura Melalui Touring Vespa
Pelayanan Sidang di Luar Gedung di Mal Pelayanan Publik Bojonegoro Resmi Mulai, Permudah Administrasi Kependudukan
Program TMMD Ke-125 di Desa Soko Bojonegoro Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat