• Sabtu, 18 April 2026

Kemendes PDTT dan Universitas Brawijaya Tandatangani MoU Perkuat Kemandirian Desa Sidobandung Bojonegoro dengan Program Inovatif

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Sabtu, 26 Juli 2025 | 00:13 WIB
Menteri Yandri Apresiasi Program Desa Mandiri dan Kolaborasi dengan UB di Bojonegoro (Foto: bojonegorokab.go.id)
Menteri Yandri Apresiasi Program Desa Mandiri dan Kolaborasi dengan UB di Bojonegoro (Foto: bojonegorokab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pada Kamis malam, 24 Juli 2025, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, H. Yandri Susanto, bersama Wakil Menteri H. Ahmad Riza Patria, menghadiri acara rembug warga serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemendes PDTT dan Universitas Brawijaya (UB).

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Acara tersebut berlangsung di Wisata BABO, Desa Sidobandung, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kemandirian desa melalui program-program pembangunan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Setelah 10 Tahun Negosiasi, Prabowo Umumkan Perjanjian Ekonomi RI-Uni Eropa Akhirnya Tuntas

Menteri Yandri Susanto menyampaikan apresiasi khusus terhadap pelaksanaan Dana Desa di Bojonegoro yang mencapai Rp40 miliar per tahun. Sekitar 20 persen dari dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat ketahanan pangan di desa-desa setempat.

Ia juga memuji sejumlah program unggulan yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, seperti GAYATRI, Domba Kesejahteraan, dan Lele Keluarga, yang dinilai sudah berjalan tepat sasaran dan bisa menjadi contoh untuk diterapkan secara nasional.

“Program GAYATRI, Domba Kesejahteraan, hingga Lele Keluarga sudah tepat sasaran. Ini bisa menjadi model nasional,” puji Menteri Yandri Susanto.

Baca Juga: Anies Baswedan Soroti Presiden RI yang Lama Absen di Forum PBB: “Rumah Besar Tapi Tak Pernah Rapat”

Selain itu, Menteri Yandri menjelaskan bahwa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes) seharusnya dapat berjalan bersama secara sinergis, terutama dalam hal akses permodalan. Ia menyarankan unit simpan pinjam di BUMDes dapat disinergikan dengan Kopdes yang punya akses ke lembaga keuangan formal.

“Tak ada BUMDes yang dimatikan. Justru kami dorong agar makin berkembang melalui program seperti Desa Wisata, Desa Ekspor, dan Swasembada Pangan,” ungkap Menteri Yandri.

Wakil Menteri Desa PDTT, Ahmad Riza Patria, menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menangani tiga problem utama desa, yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM), pembangunan infrastruktur, dan penyediaan akses permodalan.

Baca Juga: Nikita Mirzani Tiba-Tiba Cabut Gugatan Rp100 Miliar ke Reza Gladys, Kuasa Hukum: Fokus ke Kasus Pidana!

Ia juga memuji gaya kepemimpinan Menteri Yandri yang dikenal responsif dan rutin turun langsung ke desa-desa untuk menyerap aspirasi warganya.

“Kami ingin memastikan tak ada lagi warga yang tertinggal dari sisi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Di bawah Presiden Prabowo, visi kami adalah menjadi yang Terbaik, Terbanyak, dan Tertepat dalam pembangunan desa,” tegasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: bojonegorokab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X