• Sabtu, 18 April 2026

Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek Desa Banjar Banyuwangi Hadirkan Kuliner dan Budaya Suku Osing

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 8 September 2025 | 16:25 WIB
Menikmati Kuliner Tradisional Banyuwangi: Sego Lemeng dan Kopi Uthek di Festival Desa Banjar (Foto: banyuwangikab.go.id)
Menikmati Kuliner Tradisional Banyuwangi: Sego Lemeng dan Kopi Uthek di Festival Desa Banjar (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Desa Banjar, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menjadi tuan rumah Festival Sego Lemeng dan Kopi Uthek yang digelar pada Sabtu (6/9/2025) untuk memperkenalkan kuliner khas Suku Osing sekaligus menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Sego lemeng adalah nasi yang digulung menggunakan daun pisang, diisi dengan cacahan daging ayam serta ikan laut atau ikan asin, kemudian dibakar dalam bilah bambu hingga siap disantap.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Proses pembakaran tersebut menghasilkan aroma daun pisang yang berpadu dengan wangi asap bambu, sehingga menciptakan cita rasa sego lemeng yang gurih dan khas.

Baca Juga: Fenomena Vampir Ekonomi, Metafora Unik Kebijakan Publik dalam Atasi Inflasi dan Masalah Sosial

Kopi uthek disajikan secara unik dengan pemanis gula aren dalam bentuk patahan kecil, yang digigit secara perlahan saat kopi diminum, memberikan pengalaman minum kopi yang berbeda dari biasanya.

Festival ini dihadiri ratusan pengunjung dari warga Banyuwangi hingga wisatawan mancanegara yang ingin menikmati sego lemeng dan kopi uthek secara langsung.

“Saya sudah mencoba nasi lemak. Enak. Rasanya sangat otentik,” kata Stefano, wisatawan asal Italia yang hadir dalam festival tersebut.

Baca Juga: Jangan Bingung! Begini Cara Menyusun Itinerary Liburan untuk Long Weekend agar Lebih Berkesan

Selain kuliner, festival juga menampilkan beragam kesenian tradisional, mulai dari tarian, hadrah, hingga musik gamelan, yang menambah kemeriahan acara.

“Saya sangat beruntung bisa ke sini. Kulinernya nikmat, warganya ramah, budayanya juga beragam. Saya sangat suka musik, tarian dan alamnya. Ini akan menjadi memori indah,” tambah Stefano.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, membuka festival ini secara resmi dan menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan melestarikan kuliner tradisional serta mempromosikan pariwisata Desa Banjar.

Baca Juga: Pebisnis Pemalu Bisa Sukses! Ini Rahasia Promosi Diri di Media Sosial ala Forbes yang Bikin Bisnis Berkembang

“Tak hanya itu, event yang menjadi rangkaian agenda Banyuwangi Festival 2025 itu juga menjadi upaya untuk mempromosikan pariwisata Desa Banjar,” ujar Mujiono.

Desa Banjar memiliki panorama alam yang memukau dengan hamparan persawahan hijau serta pemandangan pegunungan yang indah, menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X