Workshop ini diikuti para dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan dari puskesmas dan rumah sakit se-Kabupaten Gresik.
Baca Juga: Airlangga Hartarto Beberkan Strategi Stimulus Ekonomi Semester II/2025, Fokus pada Program Prioritas
Para peserta diajak melakukan diskusi interaktif, mengidentifikasi akar persoalan, serta menyusun solusi komprehensif untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.
Melalui forum ini, diharapkan muncul rekomendasi yang dapat dijadikan dasar kebijakan Pemerintah Kabupaten Gresik ke depan agar upaya penurunan AKI dan AKB lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua elemen harus bersinergi, tenaga kesehatan, pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga. Karena keselamatan ibu dan bayi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Wabup Alif. (gha)
Artikel Terkait
Pemkab Gresik dan RSUD Ibnu Sina Mantapkan Peran Rumah Sakit Pendidikan dengan SOP, Etika, dan Mutu Layanan Pasien
Pemkab Gresik dan Ditjen Migas Kementerian ESDM Teken MoU Jargas Rumah Tangga untuk Akses Energi Bersih dan Murah
Pemkab Gresik Gelar Festival Budaya Pleretan Perdana untuk Pelestarian Tradisi Sukorame
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Resmikan Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina
Pemkab Gresik Sambut Tim Validasi Nasional Kabupaten/Kota Sehat 2025, Tekankan Konsistensi Budaya Hidup Sehat