• Sabtu, 18 April 2026

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Tegaskan Komitmen Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Daerah di Rakornas TPAKD 2025 Jakarta

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 13 Oktober 2025 | 05:45 WIB
Ipuk Fiestiandani Hadiri Rakornas TPAKD 2025, Banyuwangi Fokus Kembangkan Inklusi Keuangan UMKM dan Desa (Foto: banyuwangikab.go.id)
Ipuk Fiestiandani Hadiri Rakornas TPAKD 2025, Banyuwangi Fokus Kembangkan Inklusi Keuangan UMKM dan Desa (Foto: banyuwangikab.go.id)

“Dengan kolaborasi nyata, diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat merata. Pemerataan akses keuangan menjadi langkah penting menuju kemandirian ekonomi nasional,” ujarnya.

Baca Juga: MK Batalkan UU Tapera: Iuran Wajib Dihapus, Tabungan Kini Bersifat Sukarela

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga menekankan perlunya memperkuat sektor keuangan daerah untuk menjawab kebutuhan pembiayaan UMKM dan memperluas jangkauan akses keuangan.

“Kami merasa perlu langkah transformatif dalam meningkatkan peran TPAKD sebagai katalis pemerataan nasional. Makanya kami luncurkan road map TPAKD 2026-2030 sebagai acuan arah kebijakan TPAKD ke depan,” ungkap Mahendra.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa Pemkab Banyuwangi telah menjalankan berbagai program inovatif melalui TPAKD yang berdiri sejak 2016.

Baca Juga: Penambangan di Raja Ampat Kembali Beroperasi, Menteri LH Pastikan Dampak PT GAG Nikel Masih Terkendali

Beragam inisiatif tersebut ditujukan untuk memperluas akses keuangan masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan warga desa agar lebih mandiri secara finansial.

“TPAKD Banyuwangi terus berinovasi memperluas akses keuangan, terutama bagi pelaku UMKM dan masyarakat desa agar lebih mandiri secara finansial,” kata Ipuk.

Bersama OJK Jember, Pemkab Banyuwangi telah meluncurkan sejumlah program edukasi, pelatihan usaha, serta pendampingan pembiayaan guna meningkatkan kapasitas ekonomi warga.

Baca Juga: Dr. Puguh Wiji Pamungkas Ajak Para Pengusaha Temukan Versi Terbaik dari Diri Sendiri

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif.

Menurut Ipuk, peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami ingin masyarakat semakin paham mengelola keuangan dan berani mengembangkan usaha produktif,” tutupnya. (gha)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: banyuwangikab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X