• Sabtu, 18 April 2026

Dinas Ketenagakerjaan Pasuruan Jemput Bola Gelar Pelatihan MTU di 7 Desa Tingkatkan Keterampilan Warga

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 18:21 WIB
Heru Farianto Dorong Pemberdayaan Warga Pasuruan Lewat Pelatihan MTU di Balai Desa (Foto: pasuruankab.go.id)
Heru Farianto Dorong Pemberdayaan Warga Pasuruan Lewat Pelatihan MTU di Balai Desa (Foto: pasuruankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan menggelar program Mobile Training Unit (MTU) Gelombang 2 untuk menjangkau warga di desa-desa agar memperoleh keterampilan kerja.

Program MTU sudah dijalankan di tujuh desa, termasuk Desa Bulukandang, Kecamatan Lumbang; Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan; Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo; Desa Dompo, Kecamatan Kraton; dan Desa Pekoren, Kecamatan Rembang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk memfasilitasi warga yang hingga kini masih belum terserap dalam dunia kerja.

Baca Juga: Legislator Rendra Masdrajad Safaat Dengar Langsung Keluhan Warga Purwodadi Kota Malang Soal Masalah Banjir, Kemacetan, dan Pengelolaan TPA

Praktik pelaksanaan MTU dimulai dari pemerintah desa yang mengusulkan jenis pelatihan sesuai kebutuhan masyarakat, kemudian diverifikasi oleh Disnaker sebelum dilakukan pelatihan.

"Kita menjemput bola, kita latih masyarakat untuk mengikuti pelatihan di balai desa atau tempat yang telah disepakati bersama. Sesuai permohonan desa, minat dan bakat masyarakat, dikelompokkan sehingga kami siapkan mentor dan kirim ke desa," kata Heru di sela-sela kesibukannya, Selasa (21/10/2025).

Selain pelatihan teknis sesuai bidang kejuruan, peserta juga diberikan keterampilan softskill terkait kewirausahaan untuk meningkatkan kemampuan mandiri dalam berbisnis.

Baca Juga: Pemkab Bangkalan Dorong Peningkatan PAD Lewat Sosialisasi PBG dan SLF di Kecamatan Kamal Bersama Dinas PRKP

Pelatihan MTU berlangsung selama 30 hari kalender dengan setiap paket diikuti 16 peserta untuk memastikan kualitas pembelajaran dan pendampingan intensif.

Sebagai contoh, di Desa Kedungpengaron, Rembang, warga telah mengikuti pelatihan membatik yang disediakan oleh MTU, sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan seni dan kerajinan lokal.

Kepala UPT LKD, Muhammad Farid Ardiansyah, menambahkan jenis pelatihan lain yang diberikan meliputi menjahit pakaian, pengolahan makanan dan minuman, serta pembuatan roti dan kue untuk diversifikasi keterampilan peserta.

Baca Juga: Dinas PRKP Bangkalan Perkuat Sinergi Fasilitator Lapangan untuk Sukseskan Program DAK Sanitasi Tahun 2025

Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa pengganti uang transport, seragam olahraga, sepatu, tas, peralatan ATK, bahan praktik, hingga asuransi ketenagakerjaan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan.

"Sama dengan pelatihan di BLK Rejoso. Cuma beda tempatnya saja," ujar Muhammad Farid.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: pasuruankab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X