“Saat itu saya hanya ingin mengantar anak ke rumah, setelah itu baru ke rumah sakit untuk sesar,” ujarnya.
Namun, saat melewati Operasi Keselamatan Semeru 2025, ia mulai merasakan sakit yang semakin hebat.
Petugas yang melihat kondisinya langsung mengambil tindakan untuk memastikan keselamatannya.
Fransisca juga membagikan kabar bahagia bahwa berdasarkan hasil USG, ia tengah mengandung bayi kembar laki-laki.
Baca Juga: Presiden Perintahkan Langkah Tegas untuk Judi Online dan Perlindungan Anak di Dunia Digital
“Mohon doanya semoga proses persalinannya lancar dan bayi saya lahir sehat,” ungkapnya dengan haru.
Kejadian ini menjadi bukti bahwa kepolisian bukan hanya hadir untuk menegakkan hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Operasi Keselamatan Semeru 2025 yang semula bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas, justru menjadi momen kemanusiaan yang menyentuh banyak orang.
Dengan sigapnya anggota Satlantas Polres Kediri Kota dalam menangani situasi ini, diharapkan semakin tumbuh kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Karena keselamatan di jalan bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama. (***)
Artikel Terkait
Kapolres Sampang Pimpin Apel Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2025, Fokus Tertib Lalu Lintas Jelang Idul Fitri
Operasi Keselamatan Semeru 2025: Polresta Banyuwangi Fokus Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas
Wali Kota Pasuruan Hadiri Apel Operasi Keselamatan 2025, Kapolres Bongkar Penyebab Utama Kecelakaan!
Gresik Siap Turunkan Angka Kecelakaan! Operasi Keselamatan Semeru 2025 Resmi Dimulai
Satlantas Polresta Malang Kota Berhasil Jaring 941 Pengendara di Hari Kelima Operasi Keselamatan Semeru 2025!