jawa-timur

Harga Gabah Anjlok di Bojonegoro, Petani Curhat di Media Sosial: "Payu Gak Payu, Tak Pangan Dewe"

Kamis, 17 April 2025 | 17:21 WIB
Petani Bojonegoro Keluhkan Harga Gabah Anjlok 5ribu Viral di Media Sosial (dok. Istimewa)

WartaJatim.CO.ID – Sejumlah petani di Bojonegoro mengeluhkan anjloknya harga gabah saat memasuki masa panen raya. Keluhan tersebut ramai disuarakan melalui media sosial seperti TikTok dan Facebook.

Salah satunya datang dari akun TikTok @manggarmahesa, yang dalam sebuah video memperlihatkan kondisi panen manual akibat rendahnya harga gabah.

Dalam unggahannya, ia menyebut bahwa harga gabah hanya dihargai Rp5.000 per kilogram—jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500.

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Talunbrak di Mojokerto: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Aksesibilitas dan Ekonomi Lokal

"Wes Pak, tak dos manual ae, timbang dikombi regane 5 ewu. Payu gak payu, tak pangan dewe. Piye iki Bojonegoro iki, Pak Wahono piye iki? Opo gudang Bulog wes penuh? Gak diunggahke wah rekoso petani iki," ujar @manggarmahesa, Senin (14/4/2025).

Jika diterjemahkan, ia menyampaikan kekecewaannya pada pemerintah Bojonegoro yang menghargai gabah dengan sangat rendah.

"Sudah Pak, saya panen pakai mesin manual saja, karena kalau pakai mesin kombinasi harganya cuma Rp5.000. Laku tidak laku, saya makan sendiri. Bagaimana ini Bojonegoro, Pak Wahono? Apa gudang Bulog sudah penuh? Kalau begini, petani benar-benar susah," keluhnya.

Baca Juga: Pemerintah Kota Malang Serahkan SK Pensiun dan Pembekalan untuk 250 PNS

Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet yang turut mempertanyakan harga gabah di lapangan yang tak sesuai dengan pernyataan pemerintah selama ini.

Pemkab dan Bulog Bergerak Cepat

Menanggapi keresahan tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah dan Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arief Rochman Hakim langsung menggelar pertemuan dengan Perum Bulog Cabang Bojonegoro.

Diskusi berlangsung di rumah dinas Bupati, Kamis (17/4), dan turut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro.

Baca Juga: DPRD Kota Malang Resmi Sahkan LKPj Wali Kota 2024, Fokus pada Penyelesaian Pasar Blimbing dan Gadang di Tahun 2025

Bupati Wahono menjelaskan bahwa saat ini Bulog mengalami kendala dalam proses pengeringan gabah pascapanen.

Halaman:

Tags

Terkini