Layanan utama di shelter mencakup fasilitasi assessment kondisi sosial setiap individu sekaligus pendampingan melalui kerja sama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ipuk berharap keberadaan shelter dapat meningkatkan kualitas pelayanan dari sisi fasilitas maupun pembinaan agar warga PAS tidak lagi harus mencari nafkah di jalan secara langsung.
“Di shelter ini kita bisa melakukan pembinaan dan intervensi secara menyeluruh sehingga warga PAS tidak akan lagi turun ke jalan untuk mencari nafkah. Kita akan berikan treatment sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya sehingga mereka bisa survive dengan keterampilan yang dimiliki, tanpa turun ke jalanan” tambah Bupati Ipuk Fiestiandani.
Contoh nyata keberhasilan program ini terlihat saat ditemukan seorang pengamen lansia berkostum gandrung yang sering mangkal di pusat kota Banyuwangi.
Dinas Sosial berhasil menghubungi keluarganya sekaligus memfasilitasi keterlibatannya dalam sanggar seni lokal agar bakatnya tersalurkan secara positif.
Begitu pula upaya reintegrasi dilakukan terhadap anak-anak jalanan usia sekolah agar dapat kembali mengenyam pendidikan formal melalui koordinasi dinas terkait pendidikan setempat.
Baca Juga: Anggota DPRD Malang Rendra Masdrajad Safaat Soroti Keamanan Wisata Usai Insiden Jatim Park 1
Kelompok Pemerlu Atensi Sosial sendiri mencakup berbagai lapisan masyarakat rentan mulai dari anak-anak terlantar hingga lansia tanpa keluarga serta korban bencana alam maupun penyandang disabilitas berat lainnya.
Dengan adanya shelter baru ini Pemkab Banyuwangi menunjukkan komitmen kuat dalam menangani permasalahan kesejahteraan sosial secara holistik demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat rentannya. (gha)