WartaJatim.CO.ID - Kabupaten Pasuruan semakin memperkuat sektor pariwisatanya dengan penetapan resmi dua desa wisata baru pada tahun 2025.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Pasuruan, Dua desa tersebut adalah Desa Karangsono di Kecamatan Wonorejo dan Desa Ngadiwono di Kecamatan Tosari, yang masing-masing menawarkan daya tarik wisata yang unik dan berbeda.
Desa Karangsono dikenal dengan alun-alun wisata alam buatan yang dilengkapi berbagai spot foto Instagramable, kolam renang, kebun pisang Cavendish, dan kebun hidroponik yang menarik banyak pengunjung.
Baca Juga: Capaian 100 Hari Kerja Bupati Yuhronur dan Wabup Dirham Percepat Pembangunan Lamongan
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, melalui Kabid Destinasi dan Industri Pariwisata, Nusantoro, menyampaikan bahwa Desa Karangsono telah resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) penetapan desa wisata dari Pemerintah Daerah.
"Kalau untuk Desa Karangsono sudah menerima SK Penetapan Desa Wisata. Sedangkan untuk Desa Ngadiwono masih dalam proses," ujar Nusantoro.
Penyerahan SK tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, kepada Kepala Desa Karangsono, M. Imron Raden Wijoyo, di acara Festival Pesta Rakyat Desa Wisata pada tanggal 25 Mei 2025.
Sedangkan Desa Ngadiwono masih dalam proses penetapan dan belum secara resmi mendapatkan SK, namun telah memenuhi seluruh persyaratan yang diperlukan. "Semua persyaratan telah dipenuhi oleh Desa Karangsono dan Ngadiwono," jelas Nusantoro.
Beberapa syarat utama untuk menjadi desa wisata di antaranya meliputi potensi wisata yang menarik, ketersediaan sumber daya manusia yang mendukung, kesiapan masyarakat setempat, dan dukungan serta keselarasan dengan rencana tata ruang wilayah pemerintah.
Nusantoro memastikan bahwa kedua desa tersebut telah memenuhi semua persyaratan tersebut, sehingga siap dikembangkan sebagai destinasi wisata yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Dengan hadirnya dua desa wisata ini, total desa wisata di Kabupaten Pasuruan kini mencapai 17 desa, tersebar di berbagai kecamatan seperti Tutur, Bangil, Purwosari, Pohjentrek, dan Tosari.
Menurut Nusantoro, penambahan desa wisata ini akan berkontribusi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Pasuruan dan mendorong pertumbuhan pariwisata daerah.