Kepala Desa Karangsono, M. Imron Raden Wijoyo, menjelaskan bahwa semangat pengembangan desa wisata bermula pada 2020 ketika area desa mulai banyak dikunjungi untuk spot foto.
"Dari yang awalnya hanya tempat untuk spot-spot foto ternyata pengunjungnya banyak, akhirnya kami bersama perangkat semangat membangun Desa Wisata tahun 2021," kata M. Imron.
Pada 2021, desa mulai membangun fasilitas wisata di lahan seluas 8.000 meter persegi yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola, menjadi ruang terbuka dengan berbagai wahana menarik dan ramah pengunjung.
Pengunjung bisa menikmati fasilitas seperti kolam renang yang dikenai biaya Rp 5.000 di hari biasa dan Rp 10.000 saat akhir pekan, sementara wahana lain seperti kebun hidroponik dan spot foto Instagramable tersedia secara gratis.
Meski pembangunan sudah cukup signifikan, Imron mengakui bahwa masih dibutuhkan dukungan lebih dari pemerintah daerah untuk melengkapi fasilitas dan mengoptimalkan potensi desa wisata.
Harapannya, pengembangan berkelanjutan akan memberikan dampak positif lebih luas bagi masyarakat, baik dari aspek ekonomi maupun sosial. (gha)
Artikel Terkait
Pemerintah Kabupaten Pasuruan Ajukan Anggaran Rp 10 Miliar untuk Perbaikan PJU di Ruas Jalan Bangil-Pandaan demi Keamanan dan Kenyamanan
Ribuan Rumah Terendam Banjir di Kecamatan Wonorejo, Pohjentrek, dan Kraton Kabupaten Pasuruan
Ambrolnya Jembatan Penghubung Kecamatan di Dusun Karangjati Anyar Pasuruan Akibat Tanah Labil dan Curah Hujan Tinggi
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan Berikan Bantuan Sosial dan Dukungan Moral pada Korban Kebakaran di Kelurahan Pogar
Pelepasan Ekspor Produk L-Tryptophan PT CJI Pasuruan Dorong Ekspor Nasional Rp 35 Triliun ke China