“Kami juga siapkan reward berupa program yang bermanfaat sebagai bentuk apresiasi bagi desa dan kelurahan yang taat dalam membayar PBB,” tambah Lukman.
Permasalahan kemacetan di pertigaan Pasar Bancaran yang disebabkan oleh pedagang buah yang berjualan di badan jalan menjadi perhatian serius bupati.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah berencana menyediakan fasilitas khusus bagi pedagang sehingga tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalan utama.
Terkait keluhan warga soal kondisi jembatan tua di Desa Martajasah, Bupati Lukman mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan tersebut sudah diajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.
Ia juga membuka kemungkinan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai alternatif untuk mempercepat proses perbaikan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi tersebut.
Bupati menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah daerah adalah membawa Bangkalan ke arah kemajuan yang lebih baik dengan menyelesaikan berbagai persoalan dasar yang menghambat peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Acara dialog ini dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, kepala desa, serta ratusan warga masyarakat setempat sebagai bukti nyata partisipasi publik dalam pembangunan daerah. (gha)