WartaJatim.CO.ID - Di Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, sebuah program bernama “Setor Madu” kembali diselenggarakan dengan tujuan membawa perubahan dan pemberdayaan langsung kepada warga desa.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Lumajang, Program ini tidak hanya menghadirkan pelayanan administrasi pemerintahan, tetapi juga mengusung semangat untuk memotivasi ibu-ibu penerima bantuan agar memiliki kehidupan yang lebih mandiri dan berkualitas.
Pada Rabu, 23 Juli 2025, kegiatan “Setor Madu” dilaksanakan di Dusun Kramat, Desa Ranuwurung, dengan Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma hadir secara langsung menyapa para ibu penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
Baca Juga: Erika Carlina Hamil 9 Bulan, DJ Bravy Siap Nikahi dan Jadi Ayah: Tapi Ditolak!
Dalam pertemuan P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga), para ibu menerima pembekalan yang menyangkut kesehatan, pola pengasuhan anak, gizi keluarga, serta literasi ekonomi yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat pedesaan.
Bupati Indah Amperawati menyampaikan pesan penting yang menyentuh aspek mental dan spiritual warga. Ia mengajak para ibu untuk melakukan simbolisasi dengan menghapus tulisan "keluarga miskin" yang biasa terpasang di rumah bantuan.
“Ibu-ibu, nanti boleh hapus tulisan itu sambil baca Bismillah, lalu berdoa: ‘Ya Allah, saya niatkan menghapus tulisan ini supaya saya terhapus dari kemiskinan. Supaya rezeki lancar, dan bisa bantu orang lain,’” ujarnya penuh harap.
Ajakan tersebut bertujuan menghapus stigma negatif yang terbentuk dari label kemiskinan yang melekat tidak hanya secara administratif, tetapi juga dalam pandangan masyarakat sekitar dan hati pendamping.
Pendekatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah agar pengentasan kemiskinan berjalan tidak hanya dari sisi data, tetapi juga dari pola pikir dan sikap warga.
Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menegaskan bahwa program ini lebih dari sekedar rutinitas, melainkan sebagai upaya membangun kesadaran dan keberanian untuk menghadapi kemiskinan dengan sikap positif dan proaktif.
Baca Juga: Ratusan NIK Penerima Bansos Diduga Terkait Terorisme, PPATK: Akan Kami Serahkan ke Mensos
Para Kader Pembangunan Manusia di desa turut berperan penting, tidak hanya sebagai fasilitator teknis, tetapi juga memberikan pendampingan psikososial untuk membantu warga memahami dan merencanakan perbaikan kualitas hidup mereka.
Diskusi yang berlangsung dalam suasana hangat menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan keluh kesah, bertanya, sekaligus merefleksikan kondisi mereka dengan bimbingan langsung dari para pemimpin daerah.