Setelah acara berakhir, beberapa peserta terlihat enggan meninggalkan tempat, menandakan kedalaman makna dan pengaruh positif yang berhasil diterima oleh para ibu penerima manfaat PKH ini.
Program “Setor Madu” di Lumajang menunjukkan bahwa pendekatan pembangunan desa tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik atau data statistik, tetapi juga menitikberatkan pada perubahan mental dan semangat warga.
Bupati Indah menegaskan bahwa program serupa akan terus dilakukan di berbagai kecamatan dalam upaya memastikan setiap warga merasakan kehadiran dan perhatian pembangunan dari pemerintah.
Dengan membawa pemimpin turun langsung ke lapangan, masyarakat mereka tidak merasa terabaikan, melainkan justru bagian dari keluarga besar Lumajang yang memperoleh perhatian penuh.
Baca Juga: Viral Guru Madin Dituntut Rp25 Juta di Demak, Ketua DPRD: “Ini Orang Tua Kami”
Dari sudut kecil Desa Ranuwurung, pesan sederhana itu menjadi inspirasi nasional bahwa penghapusan kemiskinan bisa dimulai dari niat tulus, doa, dan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Dalam konteks pembangunan berkeadilan, tidak ada hal kecil yang terlupakan. Bahkan selembar tulisan di dinding rumah bisa menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh harapan. (gha)
Artikel Terkait
Lumajang Tegaskan Peran Strategis dalam Peluncuran Nasional Kopdeskel Merah Putih untuk Penguatan Ekonomi Desa
Komitmen DLH Kabupaten Lumajang dalam Melestarikan Pohon Tepi Jalan demi Lingkungan Kota yang Sehat dan Asri
Bupati Lumajang Bunda Indah Pimpin Program Setor Madu di Ranuyoso Tingkatkan Pelayanan Publik Dekat Warga
Bupati Lumajang Bagi Sepatu Sekolah Gratis di Ranuyoso, Dorong Semangat dan Pemerataan Pendidikan Anak Kurang Mampu
Inovasi Program Dokter Muter di Lumajang Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Ibu Hamil dan Lansia di Desa Terpencil