jawa-timur

Wakil Bupati Pasuruan Ajak Semua Elemen Masyarakat Optimalkan Gizi Anak PAUD untuk Cegah Stunting Menuju Indonesia Emas 2045

Kamis, 24 Juli 2025 | 16:58 WIB
Peringatan HAN ke-41 di Pasuruan: Sinergi Pemerintah dan Orang Tua untuk Anak Sehat dan Cerdas (Foto: pasuruankab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pasuruan, 23 Juli 2025 Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 dengan mengusung tema besar “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Pasuruan, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, hadir dalam acara yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Gedung Kantor Bupati, Rabu (23/7/2025).

Ia mengingatkan bahwa menciptakan generasi yang sehat dan kuat bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab semua lapisan masyarakat, terutama orang tua sebagai panutan utama dalam membiasakan gaya hidup sehat pada anak.

Baca Juga: Siswa Temukan Belatung di Lauk MBG Tuban, Video Viral dan Picu Reaksi Warganet

Shobih Asrori menekankan pentingnya pemberian gizi tambahan bagi anak-anak, khususnya di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di seluruh Kabupaten Pasuruan.

“Anak yang hebat harus anak yang gizinya tercukupi. Kalau anak stunting, pastinya tidak akan menjadi anak yang hebat,” tegasnya terkait tema HAN tahun ini.

Dalam rangkaian acara tersebut, Wakil Bupati mengajak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendorong kesehatan anak.

Baca Juga: DJP Bantah Isu Pajak Amplop Kondangan, Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Baru

Ia menegaskan perlunya intervensi gizi spesifik yang intensif dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif pola hidup sehat.

Shobih Asrori mengibaratkan bahwa pembinaan gizi anak harus melibatkan berbagai pihak, termasuk melalui peran Bunda PAUD, Bunda Disdik, dan Bunda Dinas Perikanan dan Peternakan agar generasi pasuruan menjadi "anak hebat" dan kelak menjadi pemimpin masa depan di tahun 2045.

Wakil Bupati juga mengingatkan pentingnya metode pembelajaran yang menyenangkan di tingkat PAUD, dengan menggunakan pendekatan bermain sambil belajar yang mengutamakan perkembangan kreativitas anak.

Baca Juga: Presiden ke-6 RI SBY Dirawat di RSPAD, Tetap Semangat Lukis dengan Tangan Terinfus

“PAUD adalah pendidikan untuk mengarahkan anak supaya terarah. Sebab fase pendidikan anak dalam Al Qur’an, pertama anak itu harus melalui fase-fase permainan.

Jadi pembelajarannya permainan terus, tanpa pembelajaran. Kenapa? Ini juga harus kita tingkatkan,” jelas Gus Shobih sambil tersenyum.

Halaman:

Tags

Terkini