WartaJatim.CO.ID - Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro resmi dilantik pada Selasa (26/8/2025) di ruang Angling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro.
Pelantikan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan di Bojonegoro untuk memperkuat sinergi, meningkatkan partisipasi perempuan, dan mendukung pembangunan daerah.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Bojonegoro, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat kebersamaan antarorganisasi wanita di bawah naungan GOW.
Ia menegaskan bahwa latar belakang organisasi yang beragam tidak seharusnya menjadi hambatan dalam menjalin kolaborasi.
“Berbeda itu boleh, tapi tujuan kita sama. Dengan pikiran positif dan kebersamaan, kita bisa berkolaborasi menghadirkan perubahan,” ujarnya.
Ketua GOW Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan bahwa GOW hadir sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang senantiasa memperkuat persatuan, mendorong kesetaraan gender, serta menjadi sarana aspirasi bagi 47 organisasi wanita di Bojonegoro.
“Kami ingin menghadirkan rumah besar yang progresif, berjiwa gotong royong, dengan program yang menyentuh masyarakat, demi akselerasi Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tegasnya.
Selain pelantikan, acara ini juga diisi dengan seminar inspiratif bertema “Membangun Karakter Wanita Positif Menuju Bojonegoro Bahagia, Makmur, Membanggakan” yang menghadirkan narasumber Agus Ali Fauzi.
Dalam materinya, Agus menekankan pentingnya kerjasama tim, jejaring, inovasi, serta pengelolaan emosi agar perempuan dapat berkontribusi lebih luas di tengah masyarakat.
Baca Juga: 5 Cara Top Up Game Murah dan Cepat: Anti Ribet, Anti Mahal!
“Kunci sukses adalah mindset, sikap, dan komunikasi. Ubah mindset menjadi growth mindset. Belajarlah menghargai pendapat orang lain, jangan memaksa orang lain menerima pendapat kita. Komunikasi yang sehat adalah cara terbaik menghindari stres,” jelasnya.
Agus juga menyoroti isu kesehatan mental dengan mengutip data WHO yang menyebutkan bahwa 1 dari 5 orang mengalami gangguan jiwa, sementara 1 dari 7 remaja menghadapi masalah mental. Ia mengajak perempuan untuk membangun pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari aspek fisik, spiritual, sosial, hingga psikologis.