Baca Juga: Isu Darurat Militer, Dudung Abdurachman Pastikan Tak Bisa Instan: “Tahapannya Panjang, Butuh DPR”
Di sisi lain, Belanja Tidak Terduga justru mengalami lonjakan signifikan, dari Rp 4,3 miliar menjadi Rp 13,07 miliar.
Kenaikan ini dialokasikan untuk mengakomodasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan berbagai kebutuhan belanja khusus.
Adapun dari pembiayaan, penerimaan dari SiLPA tahun sebelumnya mengalami penurunan, dari Rp 140,17 miliar menjadi Rp 96,55 miliar.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp198 Miliar untuk Magang Nasional 20.000 Fresh Graduate dengan Gaji UMP 6 Bulan
Keterbatasan fiskal tidak menyurutkan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.
Bupati menekankan bahwa arah belanja daerah tetap diprioritaskan untuk mendukung program yang produktif serta sesuai dengan tema pembangunan tahun 2025, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan ekonomi inklusif untuk kesejahteraan masyarakat.
Rapat paripurna ini sekaligus menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mengelola keuangan daerah dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sehingga penggunaan anggaran mampu memberikan manfaat optimal bagi seluruh masyarakat Bondowoso. (gha)