WartaJatim.CO.ID - Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, yang akrab disapa Gus Bupati, melakukan monitoring langsung terhadap beberapa proyek infrastruktur strategis di Kecamatan Dawarblandong pada Kamis (18/9) pagi.
Proyek yang ditinjau meliputi pembangunan Jembatan Talunbrak di Desa Talunblandong dan renovasi ruang kelas di beberapa sekolah dasar, yang dianggap sangat penting bagi kebutuhan masyarakat setempat.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Mojokerto, Pembangunan Jembatan Talunbrak dimulai pada April 2025 dengan anggaran sekitar Rp13,5 miliar, dan hingga saat ini progresnya telah mencapai 86 persen.
Pemerintah menargetkan jembatan ini selesai pada 20 Oktober mendatang untuk segera digunakan masyarakat.
Talunbrak dikenal sebagai wilayah rawan banjir, di mana setiap musim hujan air sungai sering meluap sehingga menghambat mobilitas warga.
Kondisi ini juga menimbulkan kerugian ekonomi, sehingga pembangunan jembatan yang lebih tinggi dan kokoh diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.
Baca Juga: Menteri ATR Didesak DPR Naikkan Pajak 60 Keluarga Kaya Penguasa Tanah Bersertifikat di RI
“Kami melihat struktur bangunannya kokoh dan kuat. Insyaallah bisa untuk menanggulangi banjir, dan dengan hadirnya jembatan ini masyarakat akan lebih mudah beraktivitas,” ujar Gus Bupati.
Selain itu, Gus Bupati meninjau renovasi ruang kelas di SDN Gunungan, Desa Gunungan, yang dilakukan setelah atap bangunan lama roboh beberapa bulan lalu.
Renovasi ini memungkinkan para siswa kembali belajar di lokasi aslinya dan memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar.
Baca Juga: PHK Massal Gudang Garam Ramai di Medsos, Menko Airlangga: Pemerintah Masih Terus Memantau
“Kami ingin memastikan proses belajar mengajar anak-anak berjalan baik. Oleh karena itu, kami melakukan renovasi dan pembangunan ruang kelas di SDN Gunungan ini agar proses belajar mengajarnya lancar. Hal ini juga sekaligus untuk meningkatkan sumber daya manusia di bidang pendidikan bagi generasi muda Kabupaten Mojokerto. Insyaallah, proyek ini ditargetkan selesai pada Desember mendatang,” tegas Gus Bupati.
Monitoring terakhir dilakukan di SDN Pucuk 1, Desa Pucuk, untuk memastikan fasilitas pendidikan memadai demi kelancaran belajar siswa.