jawa-timur

Air Mata Haru Orang Tua Warnai Peresmian Sekolah Rakyat Banyuwangi Program Pendidikan Gratis Presiden Prabowo

Rabu, 1 Oktober 2025 | 08:39 WIB
Sekolah Rakyat di Banyuwangi Resmi Dibuka, 73 Anak Dapat Pendidikan Gratis dan Berasrama (Foto: banyuwangikab.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Suasana penuh haru mewarnai peresmian Sekolah Rakyat di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (30/9/2025).

Sebanyak 73 anak dari berbagai daerah datang bersama orang tua dan keluarganya untuk menempuh pendidikan berasrama secara gratis melalui program yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kab Banyuwangi, Dari sejumlah momen yang terjadi, salah satu yang paling menyentuh datang dari Nur Wahidah (50), seorang ibu tunanetra asal Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.

Baca Juga: Pemkab Sumenep dan Universitas PGRI Bersinergi Majukan Riset, SDM, serta Potensi Lokal untuk Pembangunan Daerah

Tangisnya pecah ketika disapa langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir untuk meresmikan sekolah tersebut.

Dengan suara terbata, Wahidah menceritakan perjalanan hidupnya. Ia memiliki empat anak, namun anak pertamanya telah meninggal dunia.

Anak kedua sudah bekerja, anak ketiga masih menempuh pendidikan SMA, dan anak bungsunya, Rehan Meizi, yang kini duduk di bangku kelas 5 SD, menjadi salah satu siswa baru Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Pelantikan PAC GP Ansor Lenteng di Sumenep Jadi Momentum Penguatan Khidmat Kader NU dan Program Sosial untuk Masyarakat

Sejak sembilan tahun terakhir, Wahidah kehilangan penglihatannya. Saat itu, suaminya meninggalkan keluarga ketika Rehan masih bayi berusia sebulan.

Untuk menghidupi anak-anaknya, ia bertahan dengan penghasilan seadanya sebagai tukang pijat.

“Sudah sembilan tahun saya kehilangan penglihatan. Untuk hidup, saya hanya bisa bekerja sebagai tukang pijat. Dengan adanya Sekolah Rakyat ini, saya merasa sangat terbantu. Semoga anak saya bisa maju, berkembang, dan menjadi orang yang sukses kelak,” ungkapnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Terapkan Strategi Kawasan untuk Atasi Banjir dan Targetkan Bebas Genangan Tahun 2026

Mendengar kisah tersebut, Ipuk Fiestiandani memberikan dukungan moral. “Tetaplah semangat ngih Bu. InsyaAllah anak-anak ibu bisa menggapai cita-citanya. Bapak Presiden melalui Sekolah Rakyat ini ingin semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh Pendidikan,” ujar Ipuk.

Kisah penuh harapan juga datang dari Tutik (54), warga Kecamatan Songgon. Ia mengantar putranya, Hidayatur Ramadan, siswa kelas 2 SMA, yang diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini