• Sabtu, 18 April 2026

Apakah Fitnah Membatalkan Puasa? Temukan Jawabannya di Sini!

Photo Author
Karyati Niken Sugesti, Wartajatim.co.id
- Kamis, 6 Maret 2025 | 11:26 WIB
Ilustrasi "Apakah Fitnah Membatalkan Puasa?" (Foto: dok. istimewa)
Ilustrasi "Apakah Fitnah Membatalkan Puasa?" (Foto: dok. istimewa)

Di tengah keheningan malam Ramadan yang penuh berkah, saat suara adzan maghrib menggema, hati kita bergetar dalam kerinduan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Namun, di balik keindahan ibadah puasa, ada tantangan yang sering kali mengintai: fitnah. Dalam momen suci ini, kita dihadapkan pada pertanyaan yang menggugah jiwa: apakah fitnah membatalkan puasa Ramadan kita?

Ketika kita berusaha menahan lapar dan dahaga, apakah kita juga mampu menahan lisan dari ucapan yang dapat merusak keharmonisan dan keikhlasan dalam beribadah?

Baca Juga: Hindari Olahraga Berat Saat Puasa, Coba 5 Alternatif Ringan Ini!

Mari kita telusuri lebih dalam mengenai hal ini, serta dampak dari tindakan fitnah dan ghibah terhadap puasa kita.

Apa Itu Fitnah dan Ghibah?

Fitnah dalam konteks Islam merujuk pada tuduhan atau penyebaran kebohongan tentang seseorang, sedangkan ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain di belakang mereka.

Keduanya merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam agama Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12).

Baca Juga: 3 Hukum Menonton Mukbang saat Puasa, Nomor 2 Bisa Bikin Batal!

Apakah Fitnah Membatalkan Puasa?

Secara teknis, fitnah dan ghibah tidak membatalkan puasa. Namun, tindakan ini dapat merusak kualitas puasa seseorang. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan beramal dengan dusta, maka Allah tidak memerlukan dia meninggalkan makan dan minumnya." [HR. Bukhari]

Hadis ini menegaskan bahwa meskipun puasa secara fisik tidak batal, perilaku buruk seperti fitnah dapat mengurangi pahala puasa kita. Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.

Baca Juga: Ragu untuk Bersiwak Saat Puasa? Ini Hukum dan Manfaatnya!

Mengapa Menjaga Etika Penting Selama Puasa?

Selama bulan Ramadan, kita diajarkan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperbaiki akhlak. Menjaga lisan dan perilaku kita sangat penting agar puasa kita diterima oleh Allah SWT.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Karyati Niken Sugesti

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X