• Sabtu, 18 April 2026

Terlalu Berani? Ini Sindiran Sosial Tersirat yang Bikin Series Bidaah Ramai Dibicarakan

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 7 April 2025 | 20:49 WIB
potret pemeran Walid dalam series Bidaah (foto: tangkapan layar Viu)
potret pemeran Walid dalam series Bidaah (foto: tangkapan layar Viu)


WartaJatim.CO.ID -Series Malaysia Bidaah mencuri perhatian publik dengan cepat sejak penayangan perdananya.

Tak hanya karena nuansa keagamaan yang kental, tetapi juga karena keberaniannya mengangkat isu-isu sosial yang selama ini kerap diselimuti tabu.

Di tengah maraknya tontonan hiburan ringan, Bidaah justru menawarkan kedalaman melalui kisah penuh konflik, nilai, dan simbolisme.

Baca Juga: Ini 5 Film Indonesia Bertema Pendidikan yang Inspiratif dan Penuh Makna!

Drama ini menyuguhkan potret kehidupan masyarakat konservatif yang dibingkai dalam perspektif religius, namun diam-diam menelanjangi berbagai hipokrisi sosial yang terjadi di baliknya.

Penonton bukan hanya disuguhi alur dramatis, tetapi juga dipaksa merenung tentang realitas sosial di sekitar mereka—dari praktik keagamaan yang melenceng dari maknanya, hingga relasi kuasa yang timpang dalam kehidupan rumah tangga dan komunitas.

Baca Juga: Ngakak Sampai Lupa Galau: 5 Film Komedi Indonesia yang Wajib Ditonton!

Walid dan Simbolisme Sosial yang Menggugah

Tokoh Walid menjadi titik fokus utama dalam menyampaikan sindiran terhadap sistem sosial yang rusak.

Ia bukan hanya karakter sentral, tapi juga simbol perjuangan batin manusia yang terjebak dalam aturan sosial dan agama yang ketat.

Walid merepresentasikan individu yang berada dalam tekanan norma dan kekuasaan, namun diam-diam memberontak terhadap ketidakadilan.

Baca Juga: Wajib Nonton! 7 Film Netflix 2025 Ini Bikin Puasa Makin Seru

Dalam beberapa adegan, ia mempertanyakan otoritas agama yang terlalu dogmatis, menyoroti bagaimana kepercayaan dapat disalahgunakan untuk menutupi kekerasan, manipulasi, dan eksploitasi.

Karakternya yang kompleks memicu diskusi hangat di media sosial.

Banyak penonton melihat Walid sebagai bentuk perlawanan diam terhadap sistem patriarkal dan budaya feodal yang masih mengakar kuat.

Baca Juga: Film Jumbo: Di Balik Layar Produksi dan Perjalanan Menuju 17 Negara

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X