WartaJatim.CO.ID - Setiap tanggal 23 April, dunia merayakan Hari Buku Sedunia atau World Book and Copyright Day. Perayaan ini bukan hanya sekadar apresiasi terhadap buku dan penulis, tapi juga momen untuk mendorong budaya membaca di kalangan masyarakat global.
Tapi tahukah kamu, bagaimana sejarahnya hingga tanggal 23 April dipilih sebagai Hari Buku Sedunia?
Awal Mula: Inspirasi dari Spanyol
Ide awal perayaan Hari Buku berasal dari Catalonia, Spanyol, di mana sejak tahun 1920-an, masyarakat merayakan La Diada de Sant Jordi setiap 23 April.
Baca Juga: Mengapa 29 Mei Penting? Menelusuri Jejak Hari Lanjut Usia Nasional
Tradisinya cukup unik: para pria memberikan mawar kepada wanita, dan wanita membalasnya dengan memberikan buku. Tradisi ini terus berkembang dan menarik perhatian internasional.
Tanggal 23 April juga memiliki makna simbolis dalam dunia sastra. Ini adalah hari wafatnya beberapa penulis besar dunia, seperti William Shakespeare, Miguel de Cervantes, dan Inca Garcilaso de la Vega.
Fakta ini kemudian memperkuat alasan pemilihan tanggal tersebut sebagai momen peringatan global.
Baca Juga: Kenapa Hari Bumi Diperingati Setiap 22 April? Ini Sejarah dan Maknanya!
UNESCO dan Pengakuan
Melihat potensi besar dari tradisi dan maknanya, UNESCO pada tahun 1995 secara resmi menetapkan 23 April sebagai World Book and Copyright Day.
Tujuannya adalah untuk mempromosikan minat baca, melindungi hak cipta, serta mengapresiasi kontribusi penulis dan penerbit terhadap kemajuan budaya dan pengetahuan.
Sejak saat itu, Hari Buku Sedunia dirayakan di berbagai belahan dunia dengan beragam kegiatan: dari bazar buku, diskusi literasi, hingga pembacaan puisi dan karya sastra.
Baca Juga: Asal Usul Hari Kartini: Mengenang Perjuangan Emansipasi Sang Pahlawan Perempuan
Setiap tahun, UNESCO juga memilih satu kota sebagai World Book Capital, yang bertugas memimpin kegiatan literasi global selama setahun.
Makna Hari Buku Sedunia di Era Digital
Di era digital seperti sekarang, Hari Buku Sedunia menjadi semakin relevan. Meski teknologi menawarkan kemudahan akses informasi, tantangan baru muncul: rendahnya minat baca dan mudahnya penyebaran informasi palsu.
Artikel Terkait
Mengapa 29 Mei Penting? Menelusuri Jejak Hari Lanjut Usia Nasional
Kenapa Hari Bumi Diperingati Setiap 22 April? Ini Sejarah dan Maknanya!