Kapan dan Di Mana Tradisi Ini Dilaksanakan?
Idul Adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah, yang bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi.
Pada tahun 2025, Idul Adha diperkirakan jatuh pada tanggal 6 Juni dan berlangsung selama tiga hari, termasuk hari-hari tashreeq.
Di Indonesia, perayaan berlangsung di masjid, lapangan terbuka, halaman rumah, hingga tempat-tempat khusus yang disiapkan untuk penyembelihan hewan.
Baca Juga: Menjelang Idul Adha, Pande Besi Kebanjiran Pesanan
Di berbagai negara, lokasi perayaan bisa berbeda, mulai dari masjid besar di kota hingga desa-desa terpencil.
Apa Saja Tradisi dan Ritual yang Dilakukan?
Penyembelihan Hewan Kurban: Ini adalah inti dari Idul Adha. Di Aceh, penyembelihan dilakukan dengan prosesi adat yang melibatkan doa dan penghormatan khusus.
Di Madura, selain penyembelihan, ada tradisi “kerapan sapi” yang diadakan berdekatan dengan Idul Adha sebagai bentuk hiburan dan tradisi lokal.
Di Bali, meskipun mayoritas penduduk beragama Hindu, komunitas Muslim merayakan Idul Adha dengan cara yang lebih sederhana namun tetap khidmat.
Doa dan Pengajian Bersama: Di banyak daerah, masyarakat mengadakan doa bersama dan pengajian yang dipimpin oleh ulama setempat.
Di beberapa wilayah, pengajian ini juga menjadi momen edukasi tentang makna pengorbanan dan nilai-nilai sosial Idul Adha.
Baca Juga: 5 Cara Mengolah Daging Kambing yang Berbeda: Resep Hidangan Sederhana Idul Adha
Kuliner Khas: Setiap daerah memiliki hidangan khas yang hanya muncul saat Idul Adha.
Di Yogyakarta, misalnya, ada “gudeg kurban” dan “sate klathak” yang menjadi favorit. Di Sumatera Barat, “ketupat sayur” dan rendang sering disajikan sebagai hidangan utama.
Di Malaysia dan negara-negara Timur Tengah, hidangan seperti biryani, kebab, dan baklava menjadi bagian dari perayaan.
Tradisi Sosial dan Berbagi: Distribusi daging kurban kepada masyarakat kurang mampu adalah tradisi yang sangat dijunjung tinggi.