"Saya nggak pernah juga menggunakan story sebagai senjata," ujarnya. "Kalau saya sudah menggunakan sosmed, itu karena sudah keterlaluan. Dan sesuai yang dia lakukan di sosmed, ya dijawab di sosmed juga," lanjutnya.
Pernyataan Ruben tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar memuji sikap terbukanya yang tetap memilih memaafkan, namun tidak serta merta meniadakan konsekuensi hukum. Di sisi lain, ada pula yang menilai kasus ini sebaiknya diselesaikan secara kekeluargaan.
Namun, Ruben sendiri tetap pada pendiriannya bahwa perdamaian pribadi tidak harus menghapus tanggung jawab hukum. Ia ingin memberikan pesan bahwa setiap tindakan, terutama yang menyangkut anak, harus dipertanggungjawabkan secara proporsional dan melalui jalur yang benar.
Baca Juga: Kompak Hadapi Fitnah Anak, Sarwendah: Aku Jaga Mental TL, Ruben Tempuh Jalur Hukum Sampai Tuntas!
Sikap Ruben Onsu dalam menyikapi perundungan terhadap anaknya menjadi contoh bagaimana perdamaian dan penegakan hukum bisa berjalan beriringan. Ia memilih untuk tidak menyimpan dendam, namun tetap memberikan pelajaran kepada pelaku bahwa dunia digital bukan ruang bebas tanpa konsekuensi.
Dengan tetap mengedepankan etika dan aturan, Ruben menunjukkan bahwa menjadi figur publik tak berarti kebal emosi namun justru dituntut bijaksana dalam setiap langkahnya.
(CN)
Artikel Terkait
Hakim Semprot Saksi Kasus PPDS Undip: Tugas Senior Dikerjakan Junior, Itu Perundungan atau Bukan?
Ini Alasan Ahmad Dhani dan Mulan Serius Laporkan Perundungan di Medsos ke KPAI, Bukan karena Putrinya Mengadu
Putrinya Jadi Korban Perundungan, Ahmad Dhani Gugat Psikolog Terkenal! Al Ghazali Turun Tangan!
Ruben Onsu Klarifikasi Keterlambatan ke Rumah Duka Ayah Sarwendah, Ungkap Bukti Tiket dan Delay
Tanggapi Anak Digendong Giorgio Antonio, Ruben Onsu: Kalau Baik, Masa Harus Marah?
Momen Lebaran Usai Mualaf, Ruben Onsu Dapat Ucapan Pertama dari Betrand Peto