WartaJatim.CO.ID - Di era media sosial yang serba tampak sempurna, sebagian orang mulai beralih dari Fear of Missing Out (FOMO) ke konsep alternatif Joy of Missing Out (JOMO) yaitu menikmati kebahagiaan saat memilih untuk tidak ikut serta dalam tren atau acara yang ramai.
Peralihan ini mendorong individu untuk fokus pada kepuasan pribadi dan kegiatan yang benar-benar memberi makna, bukan sekadar memenuhi ekspektasi sosial. Fenomena JOMO bukan sekadar istilah viral; para ahli menyebutnya sebagai respons adaptif terhadap tekanan perbandingan di media sosial.
Psikolog Susan Albers menjelaskan bahwa JOMO berarti “menemukan kebahagiaan dan kepuasan, memilih untuk melewatkan kegiatan, dan memprioritaskan perawatan diri.”
Baca Juga: Ini 4 Kebiasaan Liburan ala Gen Z yang Mulai Hilang di Tahun 2025, Tak FOMO Lagi
Dampak nyata dari FOMO telah tercatat dalam sejumlah studi: kecenderungan membandingkan diri lewat platform daring berkaitan dengan peningkatan kecemasan, stres, dan penurunan kepuasan hidup.
Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa praktik JOMO berhubungan dengan peningkatan rasa syukur, kebahagiaan, dan kesejahteraan mental.
Praktik sederhana untuk menumbuhkan JOMO berfokus pada tiga hal utama: pengurangan konsumsi media sosial, keberanian menolak undangan berulang, dan penguatan fokus pada diri sendiri.
Baca Juga: Rahasia Liburan Gen Z: Budget-Friendly, Peduli Alam, dan Penuh Petualangan Seru!
Langkah-langkah ini tidak harus ekstrim; para pakar menyarankan pengaturan batas waktu serta evaluasi rutin terhadap kegiatan yang benar-benar memberi kepuasan.
Mengurangi penggunaan medsos dapat dimulai dengan aturan harian: tentukan jam khusus untuk membuka aplikasi dan hindari membuka ponsel sebelum tidur.
Waktu yang terbebas dari scroll tanpa henti itu bisa diisi istirahat berkualitas, membaca buku, atau mengasah hobi yang selama ini tertunda. Selain itu, keterampilan sosial yang sering terlupakan yakni menolak dengan sopan undangan yang membuat diri terasa terbebani.
Baca Juga: Gen Z Kuasai Dunia Kerja Global: Perusahaan Dipaksa Berubah Demi Menarik Generasi Energi Baru
Menolak bukan berarti memutus relasi; justru menjadi bentuk menjaga energi dan anggaran, serta melindungi kualitas pengalaman yang dipilih. Fokus pada diri sendiri membuka ruang untuk menemukan kegemaran baru dan memperkuat hubungan tatap muka lewat komunitas kecil.
Artikel Terkait
Berhenti Lakukan 6 Hal Ini Sesaat setelah Makan: Hidup Sehat!
Quantum Group Buka Cabang Kedua di PIK 2, Fokus pada Solusi Tidur untuk Gaya Hidup Sehat
Gaya Hidup Minimalis di Kalangan Mahasiswa Gen Z : Sebenarnya Hanya Menjadi Tren atau Memang Realitas Kehidupan?
Muse Health Club Ajak Hidup Sehat Lewat Zumba Di Grand Mercure Malang Mirama
BRImo SIP Padel League 2025 Resmi Dimulai, Dorong Gaya Hidup Sehat Anak Muda
Ribuan Peserta Ramaikan Persagi Lumajang Fun Run 2025 Dalam Kampanye Hidup Sehat dan Gizi Seimbang