• Sabtu, 18 April 2026

Bukan Lagi FOMO! Kenali JOMO, Rahasia Bahagia dengan Menolak Ajakan dan Kurangi Media Sosial

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 14:09 WIB
Foto ilustrasi mengurangi aktivitas bermedia sosial untuk menerapkan konsep sikap JOMO.  ((Unsplash/Antonio Visalli))
Foto ilustrasi mengurangi aktivitas bermedia sosial untuk menerapkan konsep sikap JOMO. ((Unsplash/Antonio Visalli))

 

WartaJatim.CO.ID - Di era media sosial yang serba tampak sempurna, sebagian orang mulai beralih dari Fear of Missing Out (FOMO) ke konsep alternatif Joy of Missing Out (JOMOyaitu menikmati kebahagiaan saat memilih untuk tidak ikut serta dalam tren atau acara yang ramai.

Peralihan ini mendorong individu untuk fokus pada kepuasan pribadi dan kegiatan yang benar-benar memberi makna, bukan sekadar memenuhi ekspektasi sosial. Fenomena JOMO bukan sekadar istilah viral; para ahli menyebutnya sebagai respons adaptif terhadap tekanan perbandingan di media sosial.

Psikolog Susan Albers menjelaskan bahwa JOMO berarti “menemukan kebahagiaan dan kepuasan, memilih untuk melewatkan kegiatan, dan memprioritaskan perawatan diri.”

Baca Juga: Ini 4 Kebiasaan Liburan ala Gen Z yang Mulai Hilang di Tahun 2025, Tak FOMO Lagi

Dampak nyata dari FOMO telah tercatat dalam sejumlah studi: kecenderungan membandingkan diri lewat platform daring berkaitan dengan peningkatan kecemasan, stres, dan penurunan kepuasan hidup.

Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa praktik JOMO berhubungan dengan peningkatan rasa syukur, kebahagiaan, dan kesejahteraan mental.

Praktik sederhana untuk menumbuhkan JOMO berfokus pada tiga hal utama: pengurangan konsumsi media sosial, keberanian menolak undangan berulang, dan penguatan fokus pada diri sendiri.

Baca Juga: Rahasia Liburan Gen Z: Budget-Friendly, Peduli Alam, dan Penuh Petualangan Seru!

Langkah-langkah ini tidak harus ekstrim; para pakar menyarankan pengaturan batas waktu serta evaluasi rutin terhadap kegiatan yang benar-benar memberi kepuasan. 

Mengurangi penggunaan medsos dapat dimulai dengan aturan harian: tentukan jam khusus untuk membuka aplikasi dan hindari membuka ponsel sebelum tidur.

Waktu yang terbebas dari scroll tanpa henti itu bisa diisi istirahat berkualitas, membaca buku, atau mengasah hobi yang selama ini tertunda. Selain itu, keterampilan sosial yang sering terlupakan yakni menolak dengan sopan undangan yang membuat diri terasa terbebani.

Baca Juga: Gen Z Kuasai Dunia Kerja Global: Perusahaan Dipaksa Berubah Demi Menarik Generasi Energi Baru

Menolak bukan berarti memutus relasi; justru menjadi bentuk menjaga energi dan anggaran, serta melindungi kualitas pengalaman yang dipilih. Fokus pada diri sendiri membuka ruang untuk menemukan kegemaran baru dan memperkuat hubungan tatap muka lewat komunitas kecil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X