• Sabtu, 18 April 2026

5 Jejak Finansial Warga Kelas Menengah: dari Cicilan Rumah hingga Dompet Dana Darurat

Photo Author
Novi Embun Tristiani, Wartajatim.co.id
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:11 WIB
Ilustrasi kondisi warga yang berada dalam kelompok kelas menengah secara finansial.  (Unsplash.com/Andriy Nestruiev)
Ilustrasi kondisi warga yang berada dalam kelompok kelas menengah secara finansial. (Unsplash.com/Andriy Nestruiev)

wartajatim.CO.ID – Istilah kelas menengah kerap menjadi sorotan dalam kajian ekonomi Indonesia. Kelompok ini dianggap penting karena daya belinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Bank Dunia mendefinisikan kelas menengah Indonesia sebagai mereka yang memiliki konsumsi harian setara Rp4,5 juta hingga Rp23 juta per bulan per orang. Namun, definisi tersebut bukan satu-satunya tolok ukur.

Faktor lain seperti pendidikan, pekerjaan, serta pengelolaan aset juga berperan dalam menentukan posisi seseorang di lapisan kelas menengah.

Baca Juga: Strategi Menabung Dana Pensiun Menurut Pakar: Patokan Usia 50 dan Pentingnya Menyesuaikan Gaya Hidup

Laporan Yahoo Finance menyoroti sejumlah tanda finansial yang umumnya dimiliki oleh kelompok kelas menengah. Berikut lima ciri utama yang menjadi indikatornya:

1. Punya Cicilan Rumah

Kepemilikan rumah menjadi tanda kuat. “Jika rumah mencakup sekitar 80 persen aset, kemungkinan besar Anda berada di kelas menengah finansial,” tulis Yahoo Finance.

Umumnya, kondisi ini terjadi saat rumah masih dalam masa cicilan KPR. Meskipun belum lunas, kepemilikan properti dianggap stabil secara finansial dibandingkan mereka yang masih menyewa rumah.

Baca Juga: Strategi Mengelola Keuangan Sejak Dini: 5 Cara Efektif Menabung, Hindari Utang, dan Wujudkan Hidup Stabil

2. Kepemilikan Investasi

Selain menabung, kelas menengah biasanya mengalokasikan dana ke instrumen investasi seperti reksa dana, saham, hingga obligasi.

“Menghasilkan dan menabung uang memang penting, tetapi jika Anda juga dapat menginvestasikannya, ini merupakan tanda utama bahwa Anda berada di kelas menengah,” tambah laporan tersebut.

3. Menyiapkan Dana Pensiun

Kesadaran akan masa depan membuat kelompok ini rutin menyisihkan dana pensiun. Langkah ini menunjukkan adanya perencanaan finansial jangka panjang serta kemampuan mengelola pendapatan untuk kebutuhan masa depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novi Embun Tristiani

Sumber: WartaJatim.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X