• Sabtu, 18 April 2026

Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) Tingkat Kota Malang 2025: Mendorong Inovasi dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Rabu, 19 Maret 2025 | 13:15 WIB
Kelurahan Swasembada Menuju Gerbang Nusantara: Lomba Desa dan Kelurahan Kota Malang 2025 (Foto: malangkota.go.id)
Kelurahan Swasembada Menuju Gerbang Nusantara: Lomba Desa dan Kelurahan Kota Malang 2025 (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Lomba Desa dan Kelurahan (Lomdeskel) Tingkat Kota Malang 2025 kini tengah berlangsung dengan semangat yang tinggi.

Lima kelurahan yang terpilih sebagai peserta telah ditetapkan melalui usulan dari masing-masing kecamatan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Pada Selasa, 18 Maret 2025, kelurahan-kelurahan tersebut mengikuti tahapan paparan di ruang Ngalam Command Center (NCC) yang terletak di Balai Kota Malang.

Baca Juga: Sentra Batik di Malang: Wisata Budaya dan Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Tahapan ini bertujuan untuk menentukan tiga finalis yang akan melanjutkan ke proses verifikasi lapangan guna menentukan pemenang lomba.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, memberikan arahan penting mengenai peran kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menekankan bahwa kelurahan merupakan pondasi utama yang tidak hanya memberikan pelayanan publik, tetapi juga berfungsi sebagai motor penggerak partisipasi masyarakat.

Baca Juga: Layoff Massal: Dampak Besar bagi Generasi Z di Indonesia

“Lima kelurahan ini layak menjadi best practice, contoh bagi kelurahan lainnya. Dalam aktivasinya tentu tidak mudah karena membutuhkan upaya besar untuk merangkul semua lini masyarakat,” bebernya.

Tema yang diusung dalam Lomdeskel tahun ini adalah ‘Kelurahan Swasembada Menuju Jawa Timur Gerbang Nusantara Baru’.

Lomba ini diharapkan menjadi ajang konstruktif yang sejalan dengan core values Provinsi Jawa Timur, yaitu Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi (IKI).

Baca Juga: Penjara Khusus Koruptor di Pulau Terpencil? Prabowo: Kalau Kabur, Ketemu Hiu! KPK: Jangan Diberi Makan!

“Bagaimana kita menghadirkan pembangunan kelurahan yang tidak hanya berfokus pada aspek fisik atau visual, melainkan juga aspek nonfisik seperti aktivitas sosial kemasyarakatan.

Pembangunan fisik bisa terjaga jika aktivitas sosial juga bisa terjalin dengan baik, sehingga sinergi fisik dan nonfisik bisa terjalin dengan baik,” jelasnya lagi.

Lomba ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengevaluasi perkembangan kelurahan dengan menilai tingkat kreativitas, sinergi, serta inovasi dalam mewujudkan pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan, khususnya melalui swasembada pangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X