• Sabtu, 18 April 2026

Koalisi Rakyat dan Lembaga Pengkajian Dorong Kewirausahaan Hijau Lewat Kunjungan Griya Maggot BSF di Kota Malang

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 19 Juni 2025 | 18:20 WIB
KRKP dan LPKP Kunjungi Griya Maggot BSF untuk Perkuat Sistem Pangan Berkelanjutan (Foto: malangkota.go.id)
KRKP dan LPKP Kunjungi Griya Maggot BSF untuk Perkuat Sistem Pangan Berkelanjutan (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) bekerja sama dengan Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan (LPKP) melakukan kunjungan ke Griya Maggot BSF yang terletak di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Rabu, 18 Juni 2025.

Kunjungan ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan generasi muda melalui pendekatan kewirausahaan hijau yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Kegiatan ini juga bagian dari Program Pangan Kota Kita untuk memperkaya pengetahuan praktis terkait pengelolaan sistem pangan berkelanjutan secara menyeluruh.

Baca Juga: Banjir Genangi Jalur Rel Porong-Tanggulangin, Lima Kereta di Sidoarjo Alami Keterlambatan Hingga Enam Jam Lebih

Wahyu Ridwananta, yang menjabat sebagai Project Manager Program Pangan Kota Kita, mengatakan bahwa pihaknya fokus pada pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), penguatan bank sampah, dan pengembangan pertanian organik.

“Kunjungan ke Griya Maggot BSF ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkaya pemahaman tentang praktik pengelolaan sistem pangan secara berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan limbah organik melalui budidaya maggot BSF, penguatan bank sampah, dan pengembangan pertanian organik,” ujar Wahyu atau Nanta.

Program ini mengusung konsep kolaborasi multi pihak secara partisipatif antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat rentan, dan khususnya kaum muda sebagai agen perubahan dalam sistem pangan kota.

Baca Juga: Suap Rp4 Miliar Demi Vonis Bebas Ronald Tannur, Pengacara Lisa Rachmat Divonis 11 Tahun oleh Pengadilan Tipikor

Strategi yang diterapkan meliputi riset situasi sistem pangan kota, pelatihan peningkatan kapasitas, forum multi-stakeholder, penyusunan kerangka sistem pangan, konsultasi publik, advokasi, dan pembentukan forum kewirausahaan muda ramah lingkungan.

Program Pangan Kota Kita akan berjalan selama dua tahun, sejak Desember 2024 hingga November 2026, dan mencakup dua kota, yaitu Malang dan Bogor.

Wahyu juga menegaskan adanya dorongan bagi pelaku usaha di Kota Malang agar mengadopsi praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan seperti menggunakan bahan lokal, kemasan ramah lingkungan, serta proses produksi dengan jejak karbon minimal.

Baca Juga: Kunjungan Bupati Jombang ke Pabrik Cheil Jedang Ploso Perkuat Investasi dan Sinergi Pemerintah-Swasta

“Untuk Kota Malang, kami mendorong agar pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang ketahanan pangan dapat mengarah pada praktik yang lebih hijau, seperti penggunaan bahan lokal, kemasan ramah lingkungan, dan proses produksi yang minim jejak karbon,” tegas Nanta.

Yusup Karyawan, pemilik Griya Maggot BSF, menyambut positif kunjungan tersebut dan menganggapnya sebagai kesempatan berbagi ilmu mengenai budidaya maggot dan pertanian organik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X