• Sabtu, 18 April 2026

Pemkot Malang Gelar Maulid Nabi dan Doa Bersama, Wali Kota Wahyu Hidayat Tekankan Persatuan dan Kedamaian Kota

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Senin, 8 September 2025 | 16:24 WIB
Wali Kota Wahyu Hidayat Ajak Warga Malang Meneladani Rasulullah untuk Jaga Kedamaian Kota (Foto: malangkota.go.id)
Wali Kota Wahyu Hidayat Ajak Warga Malang Meneladani Rasulullah untuk Jaga Kedamaian Kota (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Doa Malang Damai di halaman Balai Kota Malang pada Jumat malam (5/9/2025).

Acara ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, serta warga yang datang untuk berbaur dan mengikuti doa bersama.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Peringatan ini bukan sekadar menjadi kegiatan spiritual, melainkan juga momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga suasana kondusif, kedamaian, dan persatuan di Kota Malang.

Baca Juga: Fenomena Vampir Ekonomi, Metafora Unik Kebijakan Publik dalam Atasi Inflasi dan Masalah Sosial

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi harus dimaknai sebagai pengingat pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

“Rasulullah adalah sosok pembawa kedamaian, pelindung bagi semua golongan, dan teladan dalam menyikapi perbedaan. Nilai-nilai itulah yang relevan untuk kita jalankan di tengah dinamika sosial saat ini,” tutur Wahyu.

Wahyu juga menyinggung dinamika yang terjadi di Kota Malang beberapa waktu lalu, salah satunya penyampaian aspirasi masyarakat dalam bentuk aksi unjuk rasa.

Baca Juga: Jangan Bingung! Begini Cara Menyusun Itinerary Liburan untuk Long Weekend agar Lebih Berkesan

Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dihormati, namun perlu disikapi dengan bijak agar tidak menimbulkan potensi konflik sosial.

“Malang ini kota yang kaya keragaman. Keragaman bukan sumber perpecahan, tetapi kekuatan kita. Perbedaan justru menjadi peluang untuk saling mengenal dan menghargai,” tegasnya.

Melalui kesempatan ini, Wahyu mengajak seluruh warga Kota Malang untuk menjadikan doa bersama sebagai wujud komitmen moral menjaga kedamaian kota.

Baca Juga: Pebisnis Pemalu Bisa Sukses! Ini Rahasia Promosi Diri di Media Sosial ala Forbes yang Bikin Bisnis Berkembang

Ia mengingatkan pentingnya menjaga ucapan, sikap, serta perilaku agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.

“Doa adalah senjata paling ampuh. Dengan doa kita meminta agar hati dijauhkan dari kebencian, pikiran dipenuhi kebijaksanaan, dan langkah kita selalu mengarah pada kebaikan,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X