• Sabtu, 18 April 2026

Disnaker Kota Malang Gelar Pelatihan Olahan Pangan bagi 55 Pekerja Rokok Didanai DBHCHT untuk Dorong Kesejahteraan

Photo Author
Ghany Ulyasalim, Wartajatim.co.id
- Kamis, 11 September 2025 | 05:00 WIB
Program DBHCHT di Malang: 55 Pekerja Rokok Dapat Pelatihan Olahan Pangan dan Modal Usaha (Foto: malangkota.go.id)
Program DBHCHT di Malang: 55 Pekerja Rokok Dapat Pelatihan Olahan Pangan dan Modal Usaha (Foto: malangkota.go.id)

WartaJatim.CO.ID -Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang menyelenggarakan pelatihan olahan pangan untuk 55 pekerja pabrik rokok

Kegiatan yang berlangsung di The Grand Palace Hotel Malang pada Senin (8/9/2025) ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja industri hasil tembakau.

Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, yang menegaskan bahwa program ini merupakan upaya menghadirkan keterampilan baru bagi pekerja.

Baca Juga: Langkah Awal Investasi Saham di 2025: Fokus pada Konsistensi, Bukan Modal yang Besar

Pelatihan dilaksanakan atas kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Alieta Putra Mandiri.

Sumber pendanaan berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dialokasikan khusus untuk mendukung program peningkatan kapasitas tenaga kerja.

“Harapan kami, pelatihan ini bisa memberi bekal agar para pekerja tidak hanya bergantung pada satu pekerjaan. Jika keterampilan ini dipraktikkan, mereka bisa memperoleh penghasilan tambahan,” tutur Arif.

Baca Juga: Eksperimen Bisnis di Era Digital Terbukti Jadi Jalan Sukses, Simak 4 Strategi Jitu yang Dibagikan Amplitude

Program pelatihan digelar selama enam hari, mulai 8 hingga 13 September 2025, dengan kombinasi teori, praktik lapangan, serta ujian sebagai bentuk evaluasi.

Seluruh peserta juga memperoleh perlengkapan usaha sebagai modal awal agar hasil pelatihan dapat langsung dipraktikkan.

“Kami tidak ingin pelatihan hanya sebatas teori. Karena itu, dana cukai juga digunakan untuk menyediakan peralatan,” jelas Arif.

Baca Juga: Viral di TikTok Bisa Bahaya! Tito Karnavian Peringatkan Pejabat Hindari Gaya Hidup Mewah dan Flexing Keluarga

Untuk memastikan pelatihan berjalan efektif, Disnaker-PMPTSP menyiapkan mekanisme pemantauan rutin. Pihaknya akan melakukan pengecekan minimal sebulan sekali guna menilai perkembangan peserta.

“Kami akan mengecek progres minimal sebulan sekali. Jangan sampai ilmu yang diberikan tidak dipraktikkan, apalagi sampai peralatan yang dibekalkan dijual,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novia Rizky Amelia

Sumber: malangkota.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X