WartaJatim.CO.ID - Kota Malang mencatat deflasi sebesar 0,21% pada Mei 2025, setelah dua bulan sebelumnya mengalami inflasi.
Dikutip WartaJatim dari laman Pemerintah Kota Malang, Penurunan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta sektor transportasi yang menjadi faktor utama deflasi kali ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang dilaksanakan secara hibrida dari Ruang Ngalam Command Center (NCC) Balai Kota Malang, Senin (2/6/2025).
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,82%, memberikan andil terbesar terhadap deflasi bulanan sebesar 0,24%.
Komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, bawang putih, dan daging ayam mengalami penurunan harga yang signifikan.
“Kelompok lain yang juga mendorong terjadinya deflasi adalah kelompok transportasi yang mengalami penurunan harga sebesar 0,12% dengan andil deflasi sebesar 0,22%. Sementara itu kelompok penyumbang inflasi di bulan Mei 2025 adalah tomat, tarif pulsa ponsel, dan beras,” tambahnya.
Baca Juga: Laba Turun, Tapi UNVR Tetap Royal! Ini Fakta Mengejutkan Dividen 2025
Kelompok transportasi juga mencatat penurunan harga sebesar 0,12% dengan andil deflasi 0,22%.
Meski demikian, beberapa komoditas seperti tomat, tarif pulsa ponsel, dan beras masih berkontribusi pada inflasi di bulan Mei 2025.
Deflasi yang terjadi di Kota Malang mengikuti tren serupa yang terjadi di tingkat Provinsi Jawa Timur dan nasional.
Baca Juga: Inovasi Alami Pengendalian Tikus: Dinas Pertanian Banyuwangi Lepas 421 Burung Hantu di 10 Kecamatan
Provinsi Jawa Timur mencatat deflasi sebesar 0,34%, sedangkan nasional sebesar 0,37%.
Tidak hanya itu, sebaran inflasi bulanan di Jawa Timur pada bulan Mei 2025 secara month-to-month mencatat seluruh kabupaten/kota mengalami deflasi.