WartaJatim.CO.ID - Dalam upaya mendukung perekonomian kerakyatan, Bank Mandiri meluncurkan program Livin’ Pasar yang dirancang untuk mendigitalisasi pasar tradisional.
Program ini memanfaatkan aplikasi Livin’ Merchant, yang memungkinkan pelaku usaha untuk mengelola transaksi jual beli dan pembayaran e-retribusi secara digital.
Dikutip WartaJatim dari laman Kementerian BUMN, Dengan fitur-fitur unggulan seperti pencatatan penjualan, cek stok produk, dan pencairan uang penjualan hingga tiga kali sehari, aplikasi ini menjadi alat penting bagi pelaku UMKM.
Baca Juga: Tren Pernak-pernik Buka Peluang Baru bagi Desainer Muda Indonesia
Sebagai bagian dari ekspansi program ini, Bank Mandiri berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan dalam inisiatif Aksi Bersih Pasar yang diadakan di Cimahi, Jawa Barat, pada Sabtu (22/2).
Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih dan sehat, sejalan dengan Program Prioritas Pemerintah nomor 14 yang fokus pada pemerataan ekonomi dan penguatan UMKM.
Vice President Regional Transaction & Consumer Head Bank Mandiri Region VI/Jawa 1, Abeka Natalia, menegaskan bahwa program Livin’ Pasar telah menjangkau lebih dari 200 pasar di seluruh Indonesia sejak diluncurkan pada 2022.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Memberikan Pembekalan Kepada Kepala Daerah di Akademi Militer Magelang
"Adapun pada sepanjang 2024, program Livin’ Pasar telah mengakuisisi sebanyak 4.241 pedagang sebagai pengguna Livin’ Merchant dan 91 Mandiri Agen," ungkap Abeka dalam keterangan tertulis.
Hingga akhir 2024, aplikasi Livin’ Merchant diperkirakan akan digunakan oleh lebih dari 2 juta pelaku UMKM.
Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai Point-of-Sales berbasis mobile app, tetapi juga memungkinkan pengelolaan lebih dari satu cabang usaha, serta penerimaan pembayaran melalui QRIS, kartu debit, dan kartu kredit.
Baca Juga: Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025: Kesempatan Terbaik Menyaksikan Balapan Kelas Dunia!
Dari sisi pembiayaan, Bank Mandiri terus mendukung ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Usaha Mikro (KUM).
Portofolio KUM dan KUR Bank Mandiri mencapai Rp 90,8 triliun, menjangkau lebih dari 1,24 juta pelaku UMKM sepanjang tahun lalu.
Artikel Terkait
Bank Indonesia Dorong Ketahanan Ekonomi Melalui Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren di Jawa Timur
Eks Bank Syariah Mandiri Kayutangan Resmi Jadi Aset Pemkot Malang! Bakal Disulap Jadi Apa?
Pertamina Dorong UMKM Ekspor: Bali Honey dan Made Tea Tembus Pasar Filipina