• Sabtu, 18 April 2026

Jokowi Bantah Kirim Utusan ke PDIP untuk Gagalkan Pemecatan: Kepentingannya Apa?

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Sabtu, 15 Maret 2025 | 21:03 WIB
Potret Jokowi saat kembali ke Solo setelah mengunjungi Jakarta pada November 2024. (Instagram/jokowi)
Potret Jokowi saat kembali ke Solo setelah mengunjungi Jakarta pada November 2024. (Instagram/jokowi)

WartaJatim.CO.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, yang menyebut dirinya sempat mengirim utusan untuk meminta pembatalan pemecatan dari partai.

Deddy sebelumnya mengungkapkan bahwa pada 14 Desember 2024, ada seseorang yang datang ke PDIP dan membawa pesan terkait nasib Jokowi di partai berlambang banteng tersebut.

"Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember, ada utusan yang menemui kami, menyampaikan bahwa Sekjen (Hasto Kristiyanto) harus mundur, lalu jangan pecat Jokowi," ujar Deddy dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu, 12 Maret 2025.

Baca Juga: Prabowo Minta Teddy Undang Jokowi dalam Peluncuran Bank Emas

Tak hanya itu, Deddy juga menambahkan bahwa utusan tersebut turut menyampaikan adanya sejumlah nama kader PDIP yang dikabarkan menjadi target kepolisian dan KPK.

"(Utusan) menyampaikan ada sekitar sembilan orang dari PDIP yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK," imbuhnya.

Namun, Jokowi dengan tegas membantah tudingan tersebut. Saat ditemui di kediamannya di Solo, Jumat, 14 Maret 2025, ia menantang pihak yang membuat klaim itu untuk menyebutkan secara jelas siapa utusan yang dimaksud.

Baca Juga: Jokowi: Prabowo Subianto, Presiden Terkuat di Dunia Saat Ini

"Nggak ada. Harusnya disebutkan siapa gitu lho biar jelas. Nggak ada," tegasnya.

Jokowi juga mempertanyakan alasan dirinya harus mengirim seseorang untuk membujuk PDIP membatalkan pemecatan dirinya.

"Kepentingannya apa coba saya mengutus untuk itu, kepentingannya apa, coba logikanya," tambahnya.

Baca Juga: Jokowi Dukung Rencana Pertemuan Prabowo dan Megawati, Sebut Ini Langkah Bagus untuk Indonesia!

Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan bahwa selama ini ia sudah berusaha untuk tetap diam terhadap berbagai tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun, ia menegaskan bahwa kesabarannya ada batasnya.

"Saya itu sudah diam loh ya," katanya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Baharudin Gia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X