Ia juga menegaskan komitmen TSI terhadap nilai-nilai kemanusiaan, "Kami dari pihak Taman Safari menyayangkan itu bisa lanjut kepada Taman Safari. Di Taman Safari kalau bisa dilihat sendiri, kita memiliki karyawan ribuan dan kita selalu menjunjung tinggi yang namanya HAM, kemanusiaan, hukum kita selalu menjunjung tinggi."
Pertemuan yang difasilitasi Gubernur Jabar ini menunjukkan upaya serius dari pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang telah berlangsung lama dan menuai sorotan publik.
Pendekatan kekeluargaan yang diusulkan diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih bermartabat bagi para eks pemain sirkus yang merasa dirugikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kesepakatan resmi yang tercapai antara pihak TSI dengan para eks pemain sirkus.
Namun, langkah awal berupa pertemuan ini diyakini dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif di masa mendatang.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja seni dan hiburan di Indonesia, khususnya mereka yang bekerja dalam kondisi yang tidak selalu terlihat oleh publik.
Mediasi yang dilakukan Gubernur Jabar juga menunjukkan bahwa penyelesaian konflik tidak selalu harus melalui jalur hukum formal, tetapi juga dapat ditempuh melalui pendekatan kemanusiaan dan kekeluargaan. (SAZ)
Penulis: Sabrina Zainita
Artikel Terkait
Viral Skandal Eksploitasi Eks Pemain Sirkus di Taman Safari: Korban Diduga Alami Kekerasan hingga Pelecehan
Kisah Pilu Eks Pemain Sirkus Taman Safari: Dipekerjakan Sejak Kecil, Tak Tahu Siapa Orang Tuanya
Setelah Skandal Dugaan Kekerasan Viral, Eks Pawang Gajah Ungkap Sisi Lain Pimpinan OCI Taman Safari
Eks Sopir OCI Bantah Pemain Sirkus Diperlakukan Buruk di Taman Safari
Pengasuh Anak Butet Ungkapkan Eks Pemain Sirkus OCI Berselingkuh dengan Pria Beristri.