• Sabtu, 18 April 2026

Kemenag Beberkan Kronologi Jemaah Haji Indonesia Jalan Kaki dari Muzdalifah ke Mina, Ungkap Lakukan Koordinasi Darurat dengan Arab Saudi

Photo Author
Novia Rizky Amelia, Wartajatim.co.id
- Senin, 9 Juni 2025 | 21:47 WIB
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief memberikan penjelasan kronologi jemaah haji Indonesia jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina.  ((Instagram/kemenag_ri))
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief memberikan penjelasan kronologi jemaah haji Indonesia jalan kaki dari Muzdalifah ke Mina. ((Instagram/kemenag_ri))

WartaJatim.CO.ID - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) memberikan klarifikasi resmi mengenai insiden sejumlah jemaah haji Indonesia yang berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina. Insiden ini menjadi sorotan setelah beredar luas di media sosial.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menyampaikan bahwa proses pemberangkatan jemaah dari Muzdalifah menuju Mina dilakukan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Arab Saudi, yakni dimulai pukul 23.35 Waktu Arab Saudi (WAS), pada 10 Zulhijjah 1446 H atau 6 Juni 2025.

Namun, proses evakuasi jemaah mengalami keterlambatan. Hilman menjelaskan bahwa Muzdalifah baru dinyatakan kosong dari jemaah Indonesia pada pukul 09.40 WAS, terlambat sekitar 40 menit dari target semula.

Baca Juga: Perjuangan Kemenag RI Berbuah Manis: Klinik Kesehatan Haji Indonesia Kembali Beroperasi di Arab Saudi

Penyebab utama keterlambatan tersebut adalah jadwal kedatangan bus yang tidak merata karena banyaknya armada yang beroperasi dan antrean yang panjang. Selain itu, lalu lintas padat menyebabkan rotasi bus dari Mina ke Muzdalifah terganggu selama beberapa jam.

Dalam kondisi kelelahan karena menunggu jemputan, sebagian jemaah memilih berjalan kaki keluar dari Muzdalifah menuju Mina. Arus pejalan kaki ini terjadi secara spontan dan sulit dikendalikan.

“Karena bus yang terlambat datang, sebagian jemaah memutuskan untuk membuka pintu keluar di Muzdalifah dan berjalan kaki menuju Mina. Ini memunculkan pergerakan tanpa kendali,” jelas Hilman dalam keterangannya, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Baca Juga: Keberangkatan 310 Calon Jamaah Haji Kloter 91 Kabupaten Pasuruan dengan Pesan Kekompakan dan Kerukunan

Pada pagi hari 10 Zulhijjah, jemaah dari berbagai maktab mulai berjalan kaki karena khawatir tidak akan dijemput hingga siang. PPIH akhirnya mengizinkan sebagian jemaah jalan kaki namun tetap menahan jemaah lansia dan berisiko tinggi di Muzdalifah agar menunggu bus.

Pergerakan ini berdampak pada kemacetan di jalur shuttle bus. PPIH menerima permintaan dari Kementerian Haji Arab Saudi dan pihak syarikah untuk meredam arus jemaah, namun situasi sudah sulit dikendalikan.

Melalui koordinasi darurat, PPIH meminta intervensi otoritas Arab Saudi untuk mempercepat distribusi bus dan bantuan logistik. Empat kontainer bantuan tiba di lokasi pukul 08.50 WAS, berisi air minum, makanan ringan, dan pelindung panas.

Baca Juga: Diduga Haji Ilegal, 1 WNI Meninggal Dunia dan Dua Lainnya Ditangkap di Gurun

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Saudi yang cepat merespons dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami jemaah,” ujar Hilman. (NAR)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Bridgeta Elisa Putri

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X